33.5 C
Jakarta
Selasa, Mei 26, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKULINERJangan Sampai Salah! Begini Cara Membedakan Ayam Segar dan Glonggongan

Jangan Sampai Salah! Begini Cara Membedakan Ayam Segar dan Glonggongan

Jakarta – Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Hasudungan A. Sidabalok, membagikan panduan bagi masyarakat dalam mengenali daging ayam segar dan berkualitas baik.

Untuk menghindari pembelian daging ayam glonggongan, Hasudungan menyarankan agar masyarakat mengangkat ayam dan memperhatikan jumlah air yang menetes dari dagingnya.

“Jika ayam diangkat dan hanya sedikit air yang menetes, berarti ayam tersebut tidak glonggongan. Namun, jika air yang menetes cukup banyak, kemungkinan ayam tersebut telah disuntik dengan cairan tambahan,” ujarnya, Sabtu (1/3).

Ia juga menambahkan bahwa kondisi daging ayam yang baik dapat dikenali dengan meraba permukaannya.

“Daging ayam segar seharusnya lembap, tetapi tidak terlalu basah atau berlendir. Jika ayam sudah disuntik cairan, maka permukaannya akan lebih licin dan terasa lebih basah. Selain itu, baunya juga akan lebih menyengat,” jelasnya dikutip dari laman berita jakarta.

Menurutnya, ciri lain dari ayam glonggongan dapat dilihat dari adanya bekas suntikan, biasanya berada di bagian bawah atau dada ayam.

“Jika diperhatikan secara lebih detail, akan terlihat bekas suntikan pada salah satu titik yang membuat ayam tampak lebih besar karena telah diisi air,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa saat dimasak, ayam glonggongan akan mengalami penyusutan yang cukup drastis, baik direbus maupun digoreng.

“Jika digoreng, ayam akan mengeluarkan cipratan air yang berlebihan,” tambahnya.

Hasudungan juga menjelaskan bahwa daging ayam segar memiliki tekstur kenyal dan elastis. Saat ditekan dengan jari, daging akan kembali ke bentuk semula dengan cepat.

“Selain itu, daging ayam segar tidak memiliki darah yang mengering di permukaannya dan suhunya masih terasa hangat karena baru saja dipotong,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa konsumsi ayam glonggongan dapat membahayakan kesehatan karena berisiko terkontaminasi bakteri. Terlebih jika cairan yang disuntikkan adalah air kotor yang mengandung bakteri berbahaya.

“Air yang digunakan bisa saja terkontaminasi bakteri Escherichia coli yang dapat menyebabkan diare atau infeksi saluran pencernaan,” imbuhnya.

Hasudungan mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan peredaran daging ayam glonggongan atau bangkai yang diperjualbelikan ke Dinas KPKP DKI Jakarta atau Suku Dinas di wilayah masing-masing.

“Dengan melakukan pengawasan pangan secara bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat,” tutupnya.

Baca Juga

Pemesanan Tembus 280 Unit, Mobil Legendaris Honda Prelude Kembali Mengaspal

Jakarta - Sebanyak 20 konsumen pertama di Indonesia resmi...

Tangis Haru Sambut 9 WNI di Indonesia Usai Ditahan Israel

Jakarta - Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang...

Targetkan Zero Waste, Bekasi Dorong Program Satu RW Satu Bank Sampah

Bekasi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bekasi  kembali menggencarkan...

Penetapan Cagar Budaya 2026 Pecahkan Rekor Nasional

Jakarta - Kementerian Kebudayaan mempercepat upaya pelestarian warisan sejarah...

Mudah Banget! Kurban Iduladha Kini Bisa dari HP Lewat Pospay

Jakarta - Menunaikan ibadah kurban kini semakin mudah berkat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini