28.1 C
Jakarta
Jumat, Juli 24, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJALonjakan PHK Picu Kekhawatiran Sosial, Unair Soroti Peran Pemerintah dan Perbankan

Lonjakan PHK Picu Kekhawatiran Sosial, Unair Soroti Peran Pemerintah dan Perbankan

Surabaya – Meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri di Indonesia menjadi perhatian serius Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Prof. Mohammad Nasih. Dalam keterangannya di Surabaya pada Sabtu (7/6/2025), Nasih yang juga menjabat sebagai Rektor Unair menilai bahwa kondisi ini tidak lepas dari tekanan ekonomi global yang kian tidak menentu.

“Gelombang PHK terjadi karena kombinasi berbagai faktor, mulai dari krisis ekonomi dunia, kebijakan internal perusahaan, hingga regulasi pemerintah yang masih belum stabil,” ungkapnya dikutip dari laman berita satu.

Ia menekankan bahwa dampak dari situasi ini bukan hanya dirasakan dalam skala ekonomi nasional, tapi juga menciptakan ketidakpastian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, ketegangan dan ketidakpastian yang dirasakan publik bisa menjadi pemicu permasalahan sosial yang lebih luas jika tidak segera ditangani.

Meski demikian, Nasih menilai masih ada celah untuk meredam tren PHK yang terus meningkat, salah satunya melalui sektor perbankan. Ia meyakini bahwa lembaga keuangan dapat memainkan peran penting dalam mendukung pembukaan lapangan kerja melalui penyaluran investasi produktif.

“Bank memiliki potensi besar untuk mendorong program-program yang menyerap tenaga kerja. Jika diarahkan dengan tepat, dukungan pembiayaan dari bank bisa menjadi solusi agar perusahaan tidak perlu melakukan PHK,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah dan otoritas keuangan menyediakan insentif berupa bunga rendah bagi sektor-sektor produktif yang selama ini belum tersentuh pembiayaan. Dengan begitu, sektor riil yang sempat stagnan dapat kembali bergairah dan menciptakan peluang kerja baru.

“Kalau ada dana bank yang belum tersalurkan, alangkah baiknya diarahkan ke sektor industri yang padat karya. Ini bisa jadi jalan keluar untuk menekan angka PHK,” tambahnya.

Nasih turut menyoroti dampak dari perang tarif internasional yang ikut memengaruhi daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Ia berharap kebijakan tarif dapat dikelola dengan bijak agar tidak memperparah situasi.

“Ketika permintaan menurun, otomatis pertumbuhan PDB juga akan melambat. Ini yang seharusnya bisa diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Nasih menyampaikan harapannya agar kebijakan ekonomi ke depan lebih proaktif dalam menjaga daya beli masyarakat serta mampu mengurangi risiko PHK massal di masa mendatang.

Baca Juga

AI Picu Gelombang PHK, Pakar Sebut Pekerja Harus Cepat Beradaptasi

Jakarta - PHK akibat adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)...

Permintaan Global Melonjak, BYD Buka 9.000 Lowongan Kerja

BYD resmi membuka gelombang rekrutmen besar-besaran di kawasan industri...

CL CUP 3×3 Basketball 2026 Ramaikan Mal Ciputra Jakarta, Ini Keseruannya

Jakarta - Mal Ciputra Jakarta kembali menggelar ajang olahraga...

Pemerintah Bangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi di 37 lokasi

Jakarta - Pemerintah mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui...

Wacana Pembatasan Penerima MBG Belum Diputuskan, Tunggu Hasil Evaluasi

Jakarta - Pemerintah belum memutuskan untuk membatasi penerima manfaat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini