27.3 C
Jakarta
Selasa, September 15, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALSMK Berdaya: Solusi Kemendikdasmen untuk Anak Putus Sekolah

SMK Berdaya: Solusi Kemendikdasmen untuk Anak Putus Sekolah

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan inisiatif baru bertajuk SMK Berdaya, yang menyasar 1.000 anak putus sekolah (APS) dari jenjang SMK. Program ini mengusung dua skema utama, yaitu Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menurunkan angka pengangguran.

Tujuan utamanya adalah memulihkan harapan serta membekali peserta dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja maupun kewirausahaan. Dengan mengangkat slogan “Kembali Berdaya, Kembali Bermakna”, program ini dijalankan melalui kolaborasi antara Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan lembaga kursus serta pelatihan (LKP) di berbagai wilayah.

Pendidikan untuk Semua

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa pendidikan harus inklusif, termasuk bagi anak-anak yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah.

“Saat ini, yang dibutuhkan bukan sekadar ijazah, melainkan keahlian nyata. Melalui program ini, anak putus sekolah tetap memiliki kesempatan untuk bersaing di dunia kerja atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/6/2025).

Abdul Mu’ti menambahkan bahwa program ini sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran di kalangan lulusan SMK yang belum terserap di sektor formal.

Dukungan dari Legislatif

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, turut menyambut positif langkah Kemendikdasmen ini. Menurutnya, pendidikan nonformal seperti PKK dan PKW perlu diselaraskan dengan kebutuhan industri agar hasilnya lebih efektif.

“Inisiatif ini tidak hanya mengatasi masalah pengangguran, tetapi juga berpotensi mendorong perekonomian lokal melalui kerja sama dengan dunia industri,” jelas Hadrian.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan link and match antara pendidikan dan dunia usaha agar lulusan benar-benar siap menghadapi tantangan di lapangan.

Program PKK dan PKW dirancang sebagai solusi pendidikan nonformal yang berfokus pada keterampilan praktis dan peningkatan daya saing ekonomi. Kemendikdasmen berharap gerakan ini mendapat dukungan luas sehingga dapat berkembang menjadi gerakan nasional yang membawa perubahan nyata.

“Ini adalah bukti komitmen kami terhadap pendidikan inklusif. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk bangkit dan berkontribusi,” tegas Abdul Mu’ti.

Dengan adanya program ini, diharapkan lebih banyak anak putus sekolah dapat meraih kemandirian, baik melalui pekerjaan maupun usaha mandiri.

Baca Juga

Mengapa Data Kemiskinan Bank Dunia dan BPS Bisa Jomplang? Ini Penjelasan Dosen UGM

katafoto, Yogyakarta - Perbedaan data kemiskinan Indonesia yang dirilis...

Bukan Sekadar Bikin Konten, AI Bisa Bantu UMKM Cari Pembeli dari Luar Negeri

katafoto, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku...

BMKG Ungkap Kondisi Terbaru Selat Sunda Usai Gunung Anak Krakatau Erupsi

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan...

PFI Yogyakarta Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

katafoto, Yogyakarta - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta menggelar...

Grab Berangkatkan 105 Mitra Pengemudi Umrah Gratis, Ada Kisah Inspiratif di Baliknya

katafoto, Tangerang - Sebanyak 105 Mitra Pengemudi Grab mendapat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini