Flores Timur – Gunungapi Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi hebat pada Senin (7/7) pukul 11.05 WITA. Letusan kali ini mengeluarkan kolom abu tebal yang menjulang hingga sekitar 18.000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 19.584 meter dari permukaan laut, menunjukkan karakter erupsi yang eksplosif dan kuat.
Letusan juga disertai dengan aliran lava pijar yang mengarah ke barat–barat laut sejauh 3.800 meter dan ke timur laut sejauh 4.340 meter dari titik erupsi. Data seismograf mencatat aktivitas ini dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi 6 menit 26 detik. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam tampak condong ke arah utara, timur laut, dan barat laut.
Melansir dari laman bnpb, saat erupsi terjadi, cuaca di sekitar gunung cenderung cerah hingga berawan dengan suhu berkisar antara 24–31°C. Angin bertiup sedang hingga kencang, menyebabkan sebaran abu meluas ke sejumlah wilayah di sekitarnya.
BPBD Lakukan Penanganan Cepat, Warga Diimbau Waspada
Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur dan satuan tugas gabungan, erupsi berdampak langsung pada beberapa desa di Kecamatan Wulanggitang seperti Nawakote, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Pululera, dengan intensitas hujan abu yang bervariasi.
BPBD bersama tim gabungan melakukan penyisiran di wilayah terdampak, termasuk memberikan imbauan kepada warga di Pasar Boru untuk menghindari aktivitas di zona rawan bencana. Masker juga dibagikan kepada masyarakat guna melindungi pernapasan dari paparan abu vulkanik.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerugian materiil, namun proses pendataan masih terus berlangsung. Aktivitas masyarakat di sekitar gunung juga telah berhenti dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi, serta 7 kilometer pada sektor barat daya hingga timur laut.
Gunung Lewotobi Laki-Laki telah menunjukkan aktivitas erupsi secara berkala sejak akhir 2023. Hal ini membuat masyarakat sekitar semakin memahami potensi bencana dan mulai disiplin mengikuti imbauan serta langkah mitigasi dari pemerintah.
Dua Bandara Ditutup Sementara, Status Gunung Masih Level IV (Awas)
Akibat sebaran abu vulkanik, dua bandara di wilayah NTT yakni Bandara Larantuka dan Bandara Maumere ditutup sementara demi alasan keselamatan penerbangan. Sementara itu, arus transportasi darat masih dilaporkan berjalan normal.
Status Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada di Level IV (Awas). Hujan abu masih terjadi seiring hembusan angin yang mengarah ke utara, timur laut, dan barat laut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta 7 km di sektor barat daya hingga timur laut. Peningkatan kewaspadaan juga diperlukan di wilayah aliran sungai seperti Sungai Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, dan Nurabelen, terutama jika hujan deras turun yang berpotensi memicu banjir lahar.

