34.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANCegah BABS, DKI Jakarta Bangun Septic Tank Berbasis Teknologi Biogas

Cegah BABS, DKI Jakarta Bangun Septic Tank Berbasis Teknologi Biogas

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memulai pembangunan septic tank komunal terintegrasi teknologi biogas serta septic tank skala rumah tangga di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7). Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI untuk mengatasi persoalan buang air besar sembarangan (BABS), khususnya di kawasan padat penduduk.

Meski kasus BABS di Jakarta tergolong rendah dibanding wilayah lain, Pramono menekankan bahwa isu ini tetap menjadi perhatian serius bagi pemerintah provinsi.

“Masalah buang air besar sembarangan masih menjadi salah satu isu yang terus kami tangani bersama jajaran Pemprov DKI,” ujar Pramono dikutip dari laman berita jakarta.

Pembangunan tangki septik ini dilakukan bekerja sama dengan para ahli biogas dan turut melibatkan peran serta berbagai pihak, termasuk pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Saya sangat menghargai keterlibatan semua pihak, khususnya kontribusi CSR. Ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yakni sanitasi yang layak,” jelasnya.

Cegah BABS, DKI Jakarta Bangun Septic Tank Berbasis Teknologi Biogas
Gambar 10 titik secara hybrid pada pembangunan septic tank komunal terintegrasi teknologi biogas serta septic tank skala rumah tangga di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7/2025). (katafoto/HO/Reza Pratama Putra)

Melalui proyek ini, Pramono berharap akan terjadi perubahan perilaku di masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menghentikan praktik BABS. Menurutnya, perilaku hidup bersih adalah fondasi penting dalam menjadikan Jakarta sebagai kota yang sehat dan layak huni.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepenuhnya mendukung program ini. Semoga langkah ini bisa menyelesaikan masalah BABS di berbagai wilayah,” katanya.

Pemprov DKI juga menegaskan komitmennya dalam menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai. Pramono bahkan meminta seluruh Wali Kota untuk melaporkan sekaligus menyelesaikan masalah BABS di wilayahnya, terutama di kawasan berpenduduk padat.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyampaikan bahwa pembangunan tangki septik tidak hanya dilakukan di Rusunami Bidara Cina, tetapi juga di sembilan lokasi lainnya: Rawa Bunga, Rambutan, Pekayon, Pinang Ranti, Cipinang Melayu, Penggilingan, Kayu Manis, Cipinang, dan Kelurahan Klender.

“Ada total 10 titik. Proyek ini menyasar 921 kepala keluarga atau sekitar 2.936 jiwa. Modelnya bervariasi, ada yang menggunakan teknologi biogas, ada juga yang sistemnya septic tank komunal dengan pemakaian pribadi. Semuanya turut didukung dana CSR,” jelas Munjirin.

Pembangunan dilakukan melalui kombinasi pendanaan, baik dari swadaya masyarakat, CSR, maupun dukungan pemerintah. Munjirin mengakui bahwa masih banyak warga di Jakarta Timur yang belum memiliki akses sanitasi yang layak, dan karena itu program ini akan dilanjutkan secara bertahap.

“Masih cukup banyak kasus BABS di kawasan padat Jakarta Timur, jadi kita mulai cicil dari sekarang,” pungkasnya.

Baca Juga

Unik, Warga Desa Pesanggrahan Bayar PBB Pakai Bambu, Hasilnya Fantastis

Cilacap - Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas...

Transaksi ke China Makin Mudah, QRIS Indonesia Segera Terhubung

Jakarta -Bank Indonesia (BI) bersiap meresmikan implementasi pembayaran lintas...

Jakarta Siaga El Nino, Ini 3 Ancaman Serius yang Diwaspadai

Jakarta - Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat,...

Tak Disangka 22 Ribu Warga Blitar Alami Obesitas, Perempuan Mendominasi

Blitar - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mencatat sekitar 22.000...

Wisata Alam Naik Daun, Jateng Butuh Banyak Pemandu Gunung Profesional

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memperluas...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini