29.1 C
Jakarta
Kamis, Desember 4, 2025
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANMenkes Budi Ungkap Fakta Kelam, 90 Persen Kematian Bayi Terjadi di Rumah...

Menkes Budi Ungkap Fakta Kelam, 90 Persen Kematian Bayi Terjadi di Rumah Sakit

Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih tingginya angka kematian bayi dan balita di Indonesia yang mencapai lebih dari 30 ribu kasus setiap tahun. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding negara-negara ASEAN lain, bahkan Vietnam, dengan 90 persen di antaranya terjadi di rumah sakit.

“Indonesia tidak lebih baik dari Vietnam dalam angka kematian balita. Singapura hanya mencatat 2 kasus per 1.000 kelahiran, Malaysia 6 hingga 7, Thailand 7 sampai 8, sedangkan kita justru masih di atas Vietnam. Jangan sampai Laos, Myanmar, bahkan Kamboja menyalip Indonesia,” ungkap Budi dikutip dalam keteragan tertulis dalam peringatan World Patient Safety Day 2025, Selasa (19/8).

Menurut Menkes, jumlah sebenarnya bisa lebih besar dari data resmi. Dari sekitar 4,8 juta kelahiran per tahun, diperkirakan ada hingga 100 ribu bayi yang meninggal. Namun, hanya sekitar 33 ribu kasus yang tercatat dalam sistem. “Kalau datanya tidak tercatat dengan benar, masalah ini tidak akan pernah selesai. Sama seperti pandemi COVID-19, menutup-nutupi data justru memperburuk keadaan,” tegasnya.

Karena itu, Kemenkes menekankan pentingnya sistem registrasi kematian ibu dan bayi yang lebih akurat, termasuk pencatatan penyebab kematian.

Menkes Budi Ungkap Fakta Kelam, 90 Persen Kematian Bayi Terjadi di Rumah Sakit
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi. (katafoto/HO/Humas Kemenkes)

Masalah di Rumah Sakit

Budi juga menyoroti fakta bahwa 90 persen kasus kematian bayi terjadi di rumah sakit, mayoritas disebabkan oleh sepsis (infeksi) dan asfiksia atau gangguan pernapasan saat lahir. Ia mengakui bahwa standar kebersihan di sejumlah rumah sakit masih rendah sehingga meningkatkan risiko infeksi.

“Kalau ruang operasi masih kotor, perban bekas berdarah dibiarkan begitu saja, jangan heran jika infeksi menyebar. Itu yang harus kita benahi,” ujarnya.

Kemenkes berkomitmen memperbaiki tata kelola persalinan di rumah sakit serta memastikan sistem rujukan dari bidan, puskesmas, hingga rumah sakit berjalan lebih baik.

Penguatan Peran Bidan dan Pemeriksaan Kehamilan

Selain rumah sakit, Menkes juga menekankan pentingnya peran bidan. Menurutnya, bidan berhak menangani persalinan normal, tetapi harus dibekali kemampuan mendeteksi risiko sejak awal.

“Kita buat sistem klasifikasi, seperti bintang tiga atau lima. Bidan yang kompeten bisa menangani persalinan normal. Namun jika ada risiko, segera rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Jangan dipaksakan ditangani sendiri,” jelas Budi.

Untuk memperkuat upaya ini, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) diajak meningkatkan kapasitas tenaga bidan agar mampu memberikan pelayanan aman sesuai standar.

Kemenkes juga akan meningkatkan standar pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) dari enam kali menjadi delapan kali, sesuai rekomendasi WHO. Langkah ini diharapkan dapat mendeteksi risiko sejak dini.

“Jika ada waktu sembilan bulan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi tapi tidak dimanfaatkan dengan pemeriksaan rutin, itu kelalaian kita. Dengan pemeriksaan lebih sering, risiko bisa lebih cepat ditemukan,” tambahnya.

Target Turunkan Angka Kematian Bayi

Sebagai langkah awal, Kemenkes menetapkan tiga kabupaten di Jawa Barat — Bogor, Garut, dan Bandung — sebagai proyek percontohan karena angka kematian bayinya paling tinggi secara jumlah. Model yang berhasil akan diperluas ke daerah lain.

“Target kita jelas, menurunkan angka kematian bayi dari 30 ribu menjadi 20 ribu per tahun. Seminar boleh, rapat boleh, tapi yang terpenting angkanya benar-benar turun, bukan hanya tidak dilaporkan,” tegas Budi.

Ia menutup dengan ajakan menyentuh: “Bayangkan, ada 66 ribu keluarga setiap tahun kehilangan anaknya. Kalau itu terjadi pada keluarga kita sendiri, pasti kita tidak akan tinggal diam. Mari bersama-sama bekerja nyata agar angka ini benar-benar menurun.”

Baca Juga

Dibongkar Ahli, Ini Alasan Klaim Air Pegunungan Aqua Dianggap Sah

Jakarta - Ketua Badan Musyawarah Etika Dewan Periklanan Indonesia...

Jaringan Lumpuh, Indosat Kerahkan Satelit dan Genset Pulihkan Layanan 


Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) bergerak cepat memulihkan...

Mulai 2026 Mobil di Tiongkok Tidak Pakai Setir Mekanis, Era Steer-by-Wire Penuh Dimulai


Tiongkok resmi mengumumkan standar nasional terbaru untuk sistem kemudi...

Bikin Kaget, Ternyata Toyota Sediakan Pemeriksaan Baterai Hybrid Gratis


Program ini merupakan layanan khusus untuk memastikan performa kendaraan...

Jelang Nataru 2026, PGN Pastikan Pasokan Gas Surabaya Aman 24 Jam

Surabaya - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini