Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi menyerahkan sertifikat kelulusan kepada 13 pramudi perempuan dalam acara Seremonial Kelulusan Program TransJakarta Women Empowerment: Pelatihan Mengemudi Khusus Perempuan, di kantor PT Transportasi Jakarta, Cawang, Jakarta, pada Senin (10/11).
Program pemberdayaan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT TransJakarta, ITDP Indonesia, dan UNEP, sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun ekosistem transportasi publik yang inklusif dan berkelanjutan.
Pramono menilai program ini sebagai langkah positif untuk mendorong keterlibatan perempuan di sektor transportasi.
“Saya meyakini program ini sangat baik. Beberapa kali saya naik TransJakarta pada hari Rabu, dan ketika pengemudinya perempuan, suasananya lebih tertib, lebih rapi, lebih nyaman, dan saya pun merasa lebih tenang,” ujar Pramono dikutip dari laman berita jakarta.
Gubernur juga meminta Direktur Utama PT TransJakarta, Welfizon Yuza, untuk melanjutkan dan memperluas program tersebut. Ia menargetkan jumlah pramudi perempuan TransJakarta dapat meningkat signifikan dari saat ini yang hanya sekitar 2–3 persen menjadi lebih dari 10 persen.

“Kalau target itu tercapai, dampaknya tentu positif, tidak hanya bagi TransJakarta, tapi juga untuk kemajuan transportasi Jakarta secara keseluruhan,” tambahnya.
Selain berbicara mengenai pemberdayaan perempuan, Pramono juga menyinggung wacana kenaikan tarif TransJakarta yang masih dalam tahap pertimbangan.
“Saya sedang benar-benar mempelajarinya. Nanti pada waktunya, saya akan mengambil keputusan terbaik untuk kita semua,” ungkapnya.
Berdasarkan data terbaru, posisi Jakarta naik dari peringkat 74 menjadi 71 dari 156 kota dunia. Bahkan menurut survei Time Out, Jakarta menempati posisi ke-17 dari 50 kota besar dunia dalam kategori fasilitas publik — mengungguli Bangkok, Manila, dan Kuala Lumpur.
Sementara itu, Dirut PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, melaporkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program Women Empowerment cukup tinggi. Dari 100 pendaftar, sebanyak 15 peserta lolos seleksi untuk mengikuti pelatihan, dan setelah 23 hari pelatihan intensif, 13 di antaranya dinyatakan lulus.
“Program ini lahir dari keyakinan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk wajah baru transportasi publik Jakarta,” jelas Welfizon.
Para peserta mendapatkan pelatihan teori dan praktik mengemudi bus di tempat uji kompetensi, termasuk pembekalan etika kerja, kedisiplinan, serta profesionalisme. Program ini juga mendukung tiga pilar strategis TransJakarta: pelayanan, kemitraan strategis, dan keberlanjutan (service, strategic partnership, sustainability).
Selain pelatihan lokal, TransJakarta juga membuka peluang pengembangan karier melalui program pembelajaran internasional bagi pramudi di Jepang. Sebanyak 20 pramudi yang lolos seleksi akan mendapatkan pembekalan intensif meliputi pelatihan bahasa Jepang, kemampuan teknis dan nonteknis, serta persiapan keberangkatan.
“Kami ingin para lulusan menjadi agen perubahan — perempuan tangguh dan mandiri yang siap menjadi wajah baru transportasi publik Jakarta,” tutup Welfizon.

