29.2 C
Jakarta
Minggu, November 1, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHMatematika Tak Lagi Menakutkan, Guru SD Ini Ubah Metode Jadi Permainan Seru

Matematika Tak Lagi Menakutkan, Guru SD Ini Ubah Metode Jadi Permainan Seru

Yogyakarta – Program “Matematika Gembira” yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memberikan hasil nyata di berbagai sekolah. Salah satunya terlihat di SDN Pojokusuman 1 Yogyakarta, di mana para guru menerapkan pembelajaran kontekstual, permainan edukatif, hingga aktivitas luar ruang sebagai bagian dari perubahan cara mengajarkan matematika kepada siswa.

Guru kelas 4D, Ida Sekar Molina, mengungkapkan metode baru ini berhasil menghilangkan anggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang menakutkan.
“Pendekatannya membuat siswa lebih cepat memahami materi. Mereka tidak lagi melihat matematika sebagai pelajaran yang menyeramkan, tapi sebagai aktivitas bermain yang menyenangkan,” ujarnya, Kamis (20/11).

Ida menjelaskan bahwa sebagian besar siswanya memiliki gaya belajar kinestetik. Karena itu, ia mengadaptasi pembelajaran berbasis aktivitas, mulai dari permainan menggunakan bola, media biji kacang merah, hingga platform digital seperti pattern games.

“Dengan bergerak, bermain, dan menemukan pola sendiri, anak-anak jauh lebih cepat menangkap konsep. Respons mereka sangat positif. Bahkan sering menanyakan jadwal matematika selanjutnya,” katanya dikutip dari laman infopublik.

Matematika untuk kelas 4 berlangsung tiga kali seminggu. Menurut Ida, kerja berpasangan dan kelompok kecil membuat komunikasi, pemahaman, serta kemampuan memecahkan masalah meningkat signifikan. Pendekatan praktik juga diterapkan pada mata pelajaran lain, misalnya melalui pembuatan LKPD bertema rambu lalu lintas, yang mendorong siswa belajar langsung dari lingkungan sekolah.

Pengalaman serupa dialami Muhammad Arief, guru kelas 1B yang mengikuti pelatihan Matematika Gembira IN-1 dan IN-2 pada Oktober 2025. Ia menyebut pelatihan itu meluruskan miskonsepsi lama bahwa konsep harus diajarkan sebelum pengalaman konkret.

“Selama ini anak sudah takut duluan karena dipaksa memahami konsep abstrak. Dalam metode baru, mereka mengalami dulu, barulah masuk ke konsep. Hasilnya, anak lebih rileks dan menikmati pelajaran,” jelasnya.

Dengan karakteristik siswa kelas 1 yang masih dominan bermain—sekitar 60 persen—Arief memulai kegiatan belajar dari luar kelas, seperti mengamati bentuk geometri, mengukur benda, hingga mencari objek untuk operasi hitung.

“Hampir 75 persen pembelajaran saya lakukan di luar kelas. Setelah eksplorasi, mereka kembali untuk mempresentasikan apa yang ditemukan. Belajarnya jadi hidup dan lebih mudah dipahami,” ujarnya.

Pendekatan eksploratif ini juga ia terapkan di mata pelajaran lain, seperti Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, hingga Seni Rupa, melalui kegiatan lapangan, diskusi kelompok, dan presentasi sederhana sesuai perkembangan siswa.

Praktik yang dilakukan para guru di SDN Pojokusuman 1 menunjukkan bahwa transformasi cara mengajar matematika memberi pengaruh besar terhadap motivasi dan keaktifan siswa. Sejalan dengan kebijakan Kemendikdasmen, pendekatan ini diharapkan terus diperluas serta diperkuat dengan pelatihan tambahan, termasuk bagi guru umum yang menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Implementasi “Matematika Gembira” bukan hanya pergantian metode, tetapi perubahan paradigma: dari sekadar mengajar konsep menuju menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Baca Juga

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin Buka Suara soal Serapan Tenaga Kerja Lokal

katafoto, Jakarta - Persoalan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi...

Pemerintah Gelontorkan Rp1,24 triliun untuk Karhutla, Ini Daftar Provinsi Penerima Bantuan

katafoto, Jakarta - Pemerintah menambah anggaran penanganan kebakaran hutan...

BPJS Kesehatan Catat 38 Ribu Kasus Stroke pada Peserta JKN Usia Muda

katafoto, Jakarta - Stroke kini menjadi ancaman kesehatan yang...

Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027

katafoto, Jakarta - Jakarta mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini