33 C
Jakarta
Sabtu, Desember 13, 2025
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAJateng Genjot PAD 2026, Strategi Baru Siap Tingkatkan Pendapatan Daerah

Jateng Genjot PAD 2026, Strategi Baru Siap Tingkatkan Pendapatan Daerah

Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan akan dilakukan melalui penanganan piutang pajak secara intensif menggunakan metode door to door, razia kepatuhan, serta perluasan kemudahan layanan pembayaran pajak. Akses pembayaran akan dipermudah melalui aplikasi Sakpole, layanan Samsat Budiman, Samsat Corporate, Samsat Keliling, hingga kerja sama dengan BUMDes.

Dalam penyampaian Nota Keuangan Rancangan APBD 2026 pada Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis (27/11), Sumarno menegaskan bahwa Pemprov juga akan memaksimalkan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Seluruh BUMD dituntut untuk menerapkan model bisnis yang adaptif dan kompetitif agar mampu meningkatkan kinerja dan pendapatan.

Jateng Genjot PAD 2026, Strategi Baru Siap Tingkatkan Pendapatan Daerah
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno memberikan paparan pada Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis (27/11/2025) (katafoto/HO/Humas Jateng)

Beberapa upaya perbaikan BUMD telah berjalan, antara lain pengembangan bisnis Rest Area Tol Solo–Semarang KM 445B di Tuntang, Kota Salatiga, yang dikelola PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda). Selain itu, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) juga resmi mengoperasikan pabrik garam industri di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, sejak Juni 2025.

Pemprov terus mendorong pengembangan bisnis lainnya seperti pembangunan greenhouse, perdagangan komoditas pangan, serta penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk sektor industri.

Dari sisi fiskal, pendapatan daerah Jateng tahun 2026 ditargetkan tumbuh 3,04% menjadi Rp23,74 triliun. Belanja daerah diproyeksikan lebih efisien dengan penurunan 2,79%. Sementara itu, pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp414,5 miliar, terdiri atas penerimaan pembiayaan Rp484,5 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp70 miliar.

Baca Juga

Keluarga Lebih Siap Finansial, Ini Fitur MDWA yang Bikin Hidup Lebih Tenang

Jakarta - Manulife Indonesia resmi memperkenalkan Manulife Dynamic Wealth...

Cegah Banjir dan Longsor, Izin Perumahan Bandung Raya Dihentikan

Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan dukungan...

ODGJ hingga Kebakaran, Layanan 112 Jadi ‘Penyelamat’ Ribuan Kasus

Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan komitmennya...

Pasca Banjir Sumatra, Tenaga Medis Bergerak Cepat Buka Akses dan Layanan Kesehatan

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus (Benny) mengungkapkan bahwa...

Diri Clinic Tawarkan Perawatan Unisex yang Lagi Diburu Banyak Orang

Serpong - Kesadaran akan pentingnya perawatan diri sebagai bagian...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini