30.4 C
Jakarta
Sabtu, Juni 13, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAJateng Genjot PAD 2026, Strategi Baru Siap Tingkatkan Pendapatan Daerah

Jateng Genjot PAD 2026, Strategi Baru Siap Tingkatkan Pendapatan Daerah

Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan akan dilakukan melalui penanganan piutang pajak secara intensif menggunakan metode door to door, razia kepatuhan, serta perluasan kemudahan layanan pembayaran pajak. Akses pembayaran akan dipermudah melalui aplikasi Sakpole, layanan Samsat Budiman, Samsat Corporate, Samsat Keliling, hingga kerja sama dengan BUMDes.

Dalam penyampaian Nota Keuangan Rancangan APBD 2026 pada Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis (27/11), Sumarno menegaskan bahwa Pemprov juga akan memaksimalkan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Seluruh BUMD dituntut untuk menerapkan model bisnis yang adaptif dan kompetitif agar mampu meningkatkan kinerja dan pendapatan.

Jateng Genjot PAD 2026, Strategi Baru Siap Tingkatkan Pendapatan Daerah
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno memberikan paparan pada Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis (27/11/2025) (katafoto/HO/Humas Jateng)

Beberapa upaya perbaikan BUMD telah berjalan, antara lain pengembangan bisnis Rest Area Tol Solo–Semarang KM 445B di Tuntang, Kota Salatiga, yang dikelola PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda). Selain itu, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) juga resmi mengoperasikan pabrik garam industri di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, sejak Juni 2025.

Pemprov terus mendorong pengembangan bisnis lainnya seperti pembangunan greenhouse, perdagangan komoditas pangan, serta penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk sektor industri.

Dari sisi fiskal, pendapatan daerah Jateng tahun 2026 ditargetkan tumbuh 3,04% menjadi Rp23,74 triliun. Belanja daerah diproyeksikan lebih efisien dengan penurunan 2,79%. Sementara itu, pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp414,5 miliar, terdiri atas penerimaan pembiayaan Rp484,5 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp70 miliar.

Baca Juga

Umrah Makin Mahal, Kenaikan Avtur dan Dolar Picu Lonjakan Biaya Perjalanan

Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika...

Jakarta Lawan Parkir Liar, 456 Pelanggaran Langsung Ditindak

Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, TNI, dan...

Jakarta Tebar Peluang Investasi Rp271 Triliun, Investor Asing Mulai Melirik

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan puluhan proyek...

Pemerintah Kucurkan Rp5 Triliun untuk Papua, Mentan Sebut Terbesar Sepanjang Sejarah

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan...

Kasus Korupsi yang Menyeret Silmy Karim Berawal dari Keluhan Pelayanan Imigrasi

Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini