32.3 C
Jakarta
Kamis, Juli 23, 2026
BerandaKATA EKBISENERGIMenteri Bahlil Bongkar “Drama” di Balik Proyek RDMP Kilang Balikpapan

Menteri Bahlil Bongkar “Drama” di Balik Proyek RDMP Kilang Balikpapan

Balikpapan – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proses penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau revitalisasi Kilang Balikpapan tidak berjalan mulus dan diwarnai berbagai tantangan.

“Proyek RDMP ini, Bapak Presiden, penuh dinamika. Saya harus sampaikan secara jujur, banyak sekali tantangannya,” kata Bahlil di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian proyek RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Ia menjelaskan, proyek yang semula ditargetkan rampung pada 2024 tersebut sempat mengalami hambatan serius akibat insiden kebakaran pada salah satu bagian kilang.

Bahlil menyebut, terdapat indikasi kuat bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan. Pemerintah mencurigai adanya unsur kesengajaan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan proyek strategis nasional itu selesai.

“Kami mendorong dilakukan investigasi. Dari hasil penelusuran, terlihat ada kepentingan tertentu. Masih ada pihak yang tidak rela Indonesia memiliki cadangan energi dan mencapai swasembada, sehingga impor tetap berlanjut,” ujarnya.

Meski menghadapi berbagai rintangan, pemerintah akhirnya mampu menuntaskan proyek revitalisasi kilang tersebut hingga diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Proyek RDMP Kilang Balikpapan memiliki nilai investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp124,79 triliun. Melalui pengembangan ini, kapasitas produksi bahan bakar minyak meningkat signifikan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, dengan standar kualitas Euro V.

Selain peningkatan kapasitas, indeks kompleksitas kilang juga melonjak dari 3,7 menjadi 8. Sementara itu, persentase nilai produk naik dari sebelumnya 75,3 persen menjadi 91,8 persen.

Bahlil menegaskan, pengembangan Kilang Balikpapan merupakan langkah strategis dalam mendukung program Astacita guna mewujudkan kemandirian energi nasional. Dengan beroperasinya kilang ini, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak dan liquefied petroleum gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Baca Juga

Ramai di Media Sosial, Dugaan Pelecehan Mahasiswa Unesa Diduga Libatkan AI

Surabaya - Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan sejumlah...

Indonesia Bisa Untung dari Persaingan AS-Tiongkok, Sektor Ini Jadi Kuncinya

Jakarta - Persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok...

Range Rover Sport Electric Segera Meluncur, Tenaganya Diklaim Lebih Buas dari Sebelumnya

Range Rover bersiap menghadirkan penyegaran untuk Range Rover Sport...

Kemendag Buka Suara! Urus NIB Ternyata Tidak Ada Kaitannya dengan Pajak

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan kewajiban memiliki Nomor...

Bandara Husein Sastranegara Siap Dibuka Lagi, Enam Maskapai Antre Beroperasi

Bandung- PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan seluruh...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini