28.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 22, 2026
BerandaKATA EKBISPERHUBUNGANGaruda Indonesia Lampaui Maskapai Dunia, Catat Rekor Ketepatan Waktu

Garuda Indonesia Lampaui Maskapai Dunia, Catat Rekor Ketepatan Waktu

Jakarta – Garuda Indonesia kembali menorehkan kinerja operasional yang semakin solid dengan meraih predikat sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia pada periode Maret 2026.

Penghargaan tersebut merujuk pada laporan lembaga pemeringkat independen OAG Aviation Worldwide melalui platform OAG Flightview. Dalam laporan itu, Garuda Indonesia mencatat On-Time Performance (OTP) sebesar 97,9%, tertinggi dibandingkan maskapai global lainnya.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam proses transformasi kinerja perusahaan, khususnya dalam memperkuat fondasi operasional agar semakin kompetitif dan konsisten.

“Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan reliability operasional mulai menunjukkan hasil yang nyata.”
“Ketepatan waktu merupakan elemen krusial dalam membangun kepercayaan pelanggan, dan kami berkomitmen untuk menjadikannya sebagai standar layanan yang konsisten kami hadirkan,” ujar Thomas.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut ditopang oleh peningkatan disiplin operasional di berbagai lini. Hal ini meliputi optimalisasi kesiapan armada, pengelolaan rotasi pesawat yang lebih efisien, serta penguatan koordinasi lintas fungsi guna memastikan kelancaran operasional penerbangan.

“Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh insan Garuda Indonesia Group yang terus menjaga standar operasional secara disiplin, bahkan di tengah dinamika industri yang menantang. Kami akan terus menjaga momentum ini sebagai bagian dari langkah menuju fase turnaround yang lebih solid dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang mampu bersaing di kancah global.

Sebagai informasi, metode penilaian OAG Aviation Worldwide dalam menentukan OTP didasarkan pada perbandingan waktu kedatangan aktual pesawat di gate dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selain itu, data yang digunakan harus mencakup minimal 80% dari total penerbangan terjadwal serta memenuhi ambang batas operasional tertentu agar dapat masuk dalam pemeringkatan global.

Baca Juga

Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Indonesia Berkiblat

Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas...

Humas Pemerintah Diminta Pahami Algoritma agar Tak Kalah di Ruang Digital

Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar...

Rekening Bisa Diakses DJP? Menkeu Purbaya Minta Wajib Pajak Tak Perlu Khawatir

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kewenangan...

AHY Optimistis Kertajati Jadi Motor Kebangkitan Industri Dirgantara Indonesia

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan...

Jawa Tengah Siap Jadi Raja Susu Nasional, Peternakan Sapi Perah Terbesar Dibangun

Brebes - Jawa Tengah segera memiliki peternakan sapi perah...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini