Jakarta – Platform ELIPSKI milik Kementerian Agama mencatat perkembangan signifikan dalam pemanfaatan literasi keagamaan berbasis digital. Sejak diluncurkan pada 2023 hingga Maret 2026, platform ini telah meraih 2.049.147 tampilan (view) dengan jumlah unduhan mencapai 324.304.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyebut capaian tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap akses literasi keagamaan yang fleksibel dan mudah dijangkau kapan saja. Saat ini, ELIPSKI menyediakan sekitar 3.889 judul kitab digital.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam layanan literasi keagamaan berjalan efektif. ELIPSKI menjadi rujukan masyarakat dalam mengakses kitab dan referensi Islam yang kredibel, sekaligus mendukung penguatan pemahaman keagamaan yang moderat,” ujarnya, Senin (20/4) di Jakarta.
Tidak hanya sebagai repositori kitab digital, ELIPSKI juga menghadirkan berbagai naskah khotbah yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Hingga periode yang sama, tersedia 455 judul naskah khotbah dengan total 329.765 tampilan dan 50.733 unduhan.

“Hal ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap materi keagamaan yang praktis dan siap digunakan semakin meningkat, terutama bagi para dai, khatib, dan penyuluh agama dalam menyampaikan pesan keagamaan yang relevan dan kontekstual,” tambahnya.
Dilansir dari laman kemenag, dari sisi persebaran pengguna, akses ELIPSKI paling banyak berasal dari provinsi di Pulau Jawa. Jawa Timur mencatat jumlah tertinggi dengan 13.589 kunjungan, diikuti Jawa Barat sebanyak 13.222 dan Jawa Tengah dengan 10.359. Sementara itu, Sulawesi Selatan dan Banten masing-masing mencatat 4.901 dan 4.341 pengunjung.
Arsad menegaskan bahwa pengembangan ELIPSKI akan terus dilakukan agar menjangkau lebih luas masyarakat di berbagai daerah. “Kami akan terus memperkuat konten, memperluas jangkauan, dan meningkatkan kemudahan akses ELIPSKI agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” tegasnya.
Capaian ini semakin menegaskan peran ELIPSKI sebagai platform literasi digital Kementerian Agama dalam menyebarkan pengetahuan Islam yang moderat sekaligus meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat secara luas.

