Jakarta – Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mencatat keberhasilan lima program studi (prodi) meraih akreditasi internasional dari Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN) dengan status unconditional atau tanpa syarat, yang berlaku selama lima tahun hingga 2030.
Berdasarkan data resmi yang dirilis Fikes pada Rabu (22/04/2026), lima prodi tersebut adalah S1 Kesehatan Masyarakat (Unggul sejak 2023), S1 Ilmu Keperawatan (Unggul sejak 2024), S1 Farmasi (Unggul sejak 2025), Profesi Ners (Unggul sejak 2025), serta Profesi Apoteker (Unggul sejak 2024).
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi, M.A., M.H., mengapresiasi sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti pengakuan internasional terhadap mutu pendidikan Fikes UIN Jakarta. Ia menilai hal ini semakin memperkuat posisi institusi sebagai penyelenggara pendidikan kesehatan berstandar global.
Ia juga menambahkan bahwa status unconditional menunjukkan kelima prodi tersebut telah memenuhi seluruh standar internasional tanpa memerlukan perbaikan maupun evaluasi lanjutan. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Ini capaian yang sangat membanggakan. Lima prodi di Fikes berhasil meraih akreditasi internasional ASIIN penuh selama lima tahun hingga 2030, yakni Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi, Profesi Ners, dan Profesi Apoteker,” ujarnya dikutip dari laman uinjkt.
Dekan Fikes UIN Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., menambahkan bahwa raihan status unconditional menjadi indikator kuat bahwa sistem pendidikan, kurikulum, serta kualitas lulusan telah sesuai dengan standar global.
“Alhamdulillah, lima prodi kami meraih akreditasi ASIIN dengan status unconditional. Artinya, kualitasnya diakui secara langsung tanpa catatan perbaikan, dan ini menjadi pijakan penting untuk terus memperluas jejaring internasional,” ungkapnya.
Sebagai informasi, ASIIN merupakan lembaga akreditasi internasional independen yang berbasis di Jerman dan berfokus pada bidang rekayasa, sains, serta disiplin terkait. Pengakuan dari ASIIN tidak hanya memastikan kesesuaian standar akademik dengan kebutuhan global, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi lulusan untuk melanjutkan studi maupun berkarier di tingkat internasional.
Dengan capaian ini, lulusan Fikes UIN Jakarta memiliki nilai tambah berupa peluang transfer kredit lintas negara, kemudahan melanjutkan studi di perguruan tinggi luar negeri, hingga peningkatan daya saing di dunia kerja. Selain itu, akreditasi ini juga mempertegas konversi akreditasi nasional “Unggul” ke pengakuan global.
Ke depan, Dekan Zilhadia menyampaikan bahwa Fikes UIN Jakarta akan terus memperluas pengembangan akademik, termasuk melalui program pascasarjana seperti Magister Farmasi dan Magister Kesehatan Masyarakat.

