29.2 C
Jakarta
Kamis, Juni 11, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALDari Museum Marsinah, Prabowo Serukan Negara Harus Hadir Lindungi Kaum Buruh

Dari Museum Marsinah, Prabowo Serukan Negara Harus Hadir Lindungi Kaum Buruh

Nganjuk – Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas falsafah Pancasila yang menjunjung semangat keadilan dan kekeluargaan. Menurut Presiden, nilai-nilai tersebut seharusnya menjadi landasan negara dalam melindungi rakyat kecil, termasuk kaum buruh.

“Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi, karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” ujar Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Prabowo menjelaskan, para pendiri bangsa telah merumuskan dasar negara yang mampu mempersatukan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan ras. Ia menilai prinsip keadilan sosial dalam Pancasila serta amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa sistem perekonomian nasional harus dibangun atas asas kekeluargaan.

Menurutnya, konsep tersebut menempatkan pihak yang kuat untuk membantu kelompok yang lebih lemah.

“Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani, tani adalah anak bangsa. Nelayan anak bangsa. Semuanya, para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk mimpin semuanya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga meninjau langsung kamar milik Marsinah yang tetap dipertahankan seperti kondisi aslinya sebagai simbol perjuangan dan pengorbanannya.

“Saya lihat perjuangan beliau dan saya prihatin dengan peristiwanya. Bahwa ada seorang, pimpinan, ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita,” ungkapmya 

Presiden Prabowo turut mengajak para pelaku usaha membangun semangat “Indonesia Incorporated”, yakni pandangan bahwa seluruh rakyat Indonesia memiliki hak atas kekayaan bangsa dan negara wajib memastikan hasilnya dapat dinikmati secara adil oleh seluruh masyarakat.

“Bukan sebaliknya. Bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia. Ini perjuangan kita bersama. Jadi kita terbuka. Ayo, sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah Ibu Marsinah,” tandasnya.

Baca Juga

KPK Sebut 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli

Jakarta - Masa penerimaan murid baru selalu menjadi periode...

Benarkah Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Dipaksa Beli Patriot Bond? Ini Faktanya

Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria,...

Belanja Makin Seru, Festival Jakarta Great Sale Targetkan Transaksi Rp16 Triliun

Jakarta - Ajang pesta diskon tahunan Festival Jakarta Great...

Jakarta dan BMKG Siapkan Sistem Peringatan Polusi Udara

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan...

Bank Indonesia: Cadangan Devisa Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini