28.7 C
Jakarta
Rabu, November 4, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSGen Z Diminta Waspada, Algoritma Media Sosial Bisa Mengarahkan Opini Publik

Gen Z Diminta Waspada, Algoritma Media Sosial Bisa Mengarahkan Opini Publik

Bogor – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak masyarakat, terutama Generasi Z (Gen Z), untuk memahami cara kerja algoritma media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang bersifat manipulatif maupun kepentingan ekonomi yang ada di balik platform digital.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Ekosistem Media Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, dalam kegiatan Roadshow dan Peluncuran Buku karya Andi Ilham Paulangi berjudul Demokrasi Digital: Viralitas, Algoritma, dan Suara Gen Z di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6).

Farida menekankan bahwa pemahaman mengenai algoritma menjadi salah satu kemampuan penting di era digital. Menurutnya, media sosial tidak sepenuhnya bekerja secara netral karena distribusi informasi di dalamnya dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kepentingan bisnis dan ekonomi dari platform yang digunakan.

“Pelajari algoritma karena media sosial tidak netral dan ada kepentingan bisnis atau ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemahaman terhadap sistem algoritma dapat membantu masyarakat lebih kritis dalam menerima dan menyaring informasi. Dengan demikian, pengguna media sosial tidak mudah terbawa opini yang sengaja diperkuat melalui mekanisme penyebaran konten tertentu.

Selain literasi digital, Farida juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital. Menurutnya, perkembangan internet telah menciptakan ruang publik yang memungkinkan setiap orang menyampaikan pandangan dan pendapat secara lebih bebas.

Namun, kebebasan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi.

“Ruang publik tak dibatasi ruang dan waktu sehingga masyarakat bisa bebas menyampaikan pendapat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Mahasiswa BEM KM IPB periode 2025/2026, M. Abdan Rofi, menyoroti pentingnya transparansi dalam tata kelola internet. Menurutnya, hal tersebut semakin relevan seiring meningkatnya pengaruh kecerdasan buatan (AI) dan algoritma platform digital dalam menentukan informasi yang muncul dan dikonsumsi masyarakat.

Abdan menilai generasi muda perlu memahami cara kerja teknologi digital agar mampu berpartisipasi secara lebih aktif dan bermakna dalam ruang publik digital. Pemahaman tersebut juga penting untuk menghindari praktik aktivisme semu yang ramai di media sosial, tetapi tidak memberikan dampak nyata terhadap perubahan kebijakan.

Baca Juga

Rumah Kontrakan Bisa Direnovasi Pakai Bantuan Pemerintah, Ini Syaratnya

katafoto, Jakarta - Pemerintah membuka peluang bagi masyarakat berpenghasilan...

Bagaimana Jakarta Berubah Sejak 1965? Fauzi Bowo Rangkum dalam Buku Terbaru

katafoto, Tangerang Selatan - Perjalanan panjang pembangunan dan penataan...

Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027

katafoto, Jakarta - Jakarta mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah...

Tak Hanya Vaksin Malaria, BRIN Siapkan 19 Kandidat Obat Herbal

katafoto, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan inovasi...

Miris! Keluarga Miskin Lebih Banyak Belanja Rokok daripada Telur dan Susu

katafoto, Yogyakarta - Kebiasaan merokok di tengah keterbatasan ekonomi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini