26 C
Jakarta
Senin, September 7, 2026
BerandaTREN OTOSOLUSIBanyak yang Salah Kaprah, Ini Batas Aman Mobil Saat Terjang Banjir

Banyak yang Salah Kaprah, Ini Batas Aman Mobil Saat Terjang Banjir

Musim hujan kembali tiba, dan sejumlah ruas jalan mulai tergenang hingga menyebabkan banjir. Banyak pengemudi akhirnya terpaksa melintas karena kebutuhan mendesak. Namun perlu dipahami, tidak semua mobil aman digunakan menerobos banjir, terutama jika ketinggian air melampaui batas aman mesin maupun sistem kelistrikan.

Salah satu komponen yang wajib diwaspadai adalah posisi intake manifold atau saluran udara menuju mesin. Jika air masuk ke ruang bakar, mesin dapat mengalami water hammer yang berakibat kerusakan parah. Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan memahami karakter mobilnya sebelum memutuskan untuk tetap melaju di tengah banjir.

Mobil penumpang Mitsubishi Motors seperti Pajero Sport, Xpander Cross, Xforce, hingga Destinator dibekali ground clearance yang cukup tinggi. Namun bila genangan sudah menutup area foglamp atau mendekati ujung kap mesin, sebaiknya segera urungkan niat untuk menerjang.

Secara umum, batas aman melewati banjir adalah sekitar 33 cm atau setinggi setengah ban. Angka ini mempertimbangkan posisi komponen transmisi dan kelistrikan yang tidak boleh terendam.

Tips Berkendara Saat Banjir

1. Perkirakan kedalaman air.
Amati kendaraan lain yang melintas. Jika genangan melebihi setengah ban, lebih baik cari rute alternatif.

2. Gunakan gigi rendah.
Pada transmisi manual gunakan gigi 1 atau 2. Untuk mobil otomatis pilih mode L, S, atau posisi terendah agar tenaga tetap stabil tanpa perlu menginjak gas terlalu dalam.

3. Jaga putaran mesin tetap konstan.
Hindari akselerasi mendadak. Pertahankan RPM di kisaran 1.500–2.000.

4. Melaju perlahan 5–10 km/jam.
Kecepatan berlebih dapat menciptakan gelombang air yang berpotensi masuk ke ruang mesin melalui intake. Jangan berhenti di tengah banjir karena tekanan air bisa masuk ke knalpot dan menyebabkan mesin mati.

5. Cek kondisi rem setelah keluar dari banjir.
Tekan pedal rem beberapa kali untuk mengeringkan kampas. Bila terasa licin, berhenti sejenak sampai rem kembali bekerja optimal.

Jika setelah melewati banjir mobil terasa tidak normal, bisa jadi ada air yang masuk ke mesin. Perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Mesin mati mendadak dan tidak dapat dihidupkan.

  • Suara mesin berubah menjadi kasar atau terdengar ngelitik.

  • Knalpot mengeluarkan suara berbeda atau asap putih tebal.

Apabila gejala tersebut muncul, jangan memaksa menyalakan mesin. Tindakan itu justru bisa menyebabkan kerusakan akibat water hammer. Segera hubungi layanan towing dan bawa kendaraan ke bengkel resmi Mitsubishi Motors terdekat agar mendapatkan penanganan segera.

Baca Juga

Jadi Anggota Seumur Hidup NU, Prabowo Bicara Strategi Ekonomi untuk Rakyat

Jombang - Presiden Prabowo Subianto resmi menerima Kartu Tanda...

Merasa Sulit Kaya? Bisa Jadi Anda Terjebak Money Scripts Sejak Masa Kanak-Kanak

Jakarta - Konsep money scripts diperkenalkan oleh Brad dan...

KPAI Punya Cara Baru Awasi Perlindungan Anak, Begini Cara Kerja SIMEP PA 3.0

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meluncurkan Sistem...

Terendus dari Media Sosial, Patroli Siber Bongkar Jual Beli 7 Burung Langka di Papua

Jakarta - Tim patroli siber Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap...

Tak Punya Sertifikat Laik Fungsi, 3 Bangunan di Jakarta Kena Sanksi

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menindak tiga...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini