26.8 C
Jakarta
Kamis, Agustus 20, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALSatgas PRR Kebut Pemulihan, Sawah dan Infrastruktur Diperbaiki

Satgas PRR Kebut Pemulihan, Sawah dan Infrastruktur Diperbaiki

Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus menggenjot penanganan pembersihan lumpur serta pemulihan lahan sawah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga akhir Maret 2026.

Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik sekaligus menjaga ketahanan pangan melalui percepatan pemulihan aktivitas para petani.

Mengacu pada data resmi Satgas PRR per Sabtu (28/3), progres pembersihan lumpur di wilayah terdampak menunjukkan perkembangan signifikan. Provinsi Sumatera Barat menjadi daerah dengan capaian paling cepat karena telah menuntaskan seluruh titik terdampak.

“Pembersihan lumpur ini dilakukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat serta memastikan fasilitas publik yang sempat terdampak banjir dan longsor dapat kembali berfungsi normal,” tulis keterangan resmi Satgas PRR, Minggu (29/3).

Di Provinsi Aceh, yang memiliki jumlah lokasi terbanyak, dari total 476 titik, sebanyak 396 lokasi telah selesai dibersihkan, sementara 80 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Sementara itu di Sumatera Utara, dari 24 lokasi yang ditargetkan, 20 di antaranya telah rampung ditangani. Adapun Sumatera Barat mencatatkan penyelesaian 100 persen untuk 29 lokasi terdampak banjir dan longsor.

Selain fokus pada pembersihan infrastruktur, Satgas PRR juga mengarahkan perhatian pada pemulihan sektor pertanian. Total target rehabilitasi lahan sawah di tiga provinsi tersebut mencapai 42.702 hektare.

Dari jumlah tersebut, 991 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara 5.333 hektare lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Rinciannya, di Aceh dari target 31.464 hektare baru 42 hektare yang selesai dipulihkan. Di Sumatera Utara, dari target 7.336 hektare, sebanyak 170 hektare telah direhabilitasi. Sedangkan di Sumatera Barat, dari target 3.902 hektare, 779 hektare telah berhasil ditangani.

Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan lahan sawah menjadi prioritas utama dalam fase rekonstruksi ini, guna menjaga stabilitas pasokan beras nasional yang sempat terganggu akibat bencana.

Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa pembersihan lumpur menjadi fokus utama percepatan pemulihan di wilayah terdampak.

“Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di lowland (dataran rendah). Kita sudah mencatat tim ini merekap di mana saja titik-titiknya. Kita memiliki titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi. Yang sudah diselesaikan di Sumatra total semuanya itu lebih kurang 84 persen, tinggal 16 persen lagi,” kata Tito dalam keterangan resmi, Rabu (25/3).

Baca Juga

BGN Beberkan Penyebab Dugaan Insiden MBG di Karo, Ikan Dibiarkan 12 Jam

Medan - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau...

HUT RI ke-81, Pramono Ungkap Strategi Besar Membangun Kota Jakarta

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar upacara...

Sering Lelah dan Stamina Menurun? Waspadai Sinyal Gangguan Hormon dan Metabolisme

Jakarta - Tubuh terus memberikan berbagai sinyal ketika terjadi...

Tak Sekadar Job Fair, Career Day 2026 Bekali 200 Talenta Muda Sebelum Rekrutmen

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Yayasan Plan International...

Momen Langka, Sepasang Gajah Sumatera Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-81

Riau - Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kasang...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini