Perusahaan otomotif asal Jepang, Honda Motor Co., Ltd., resmi mengumumkan akan menghentikan operasional penjualan mobil di Korea Selatan pada akhir 2026. Kebijakan ini berlaku untuk anak usahanya, Honda Korea Co., Ltd., yang selama ini mengelola penjualan sepeda motor dan mobil di negara tersebut.
Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan mempertimbangkan berbagai perubahan yang terjadi di pasar otomotif global maupun domestik Korea Selatan. Selain itu, langkah ini juga merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memfokuskan sumber daya guna memperkuat daya saing jangka menengah dan panjang.
Meski menghentikan penjualan mobil, Honda memastikan tetap memberikan layanan purna jual bagi konsumennya di Korea Selatan. Layanan tersebut mencakup perawatan kendaraan, penyediaan suku cadang, hingga dukungan garansi bagi pemilik mobil Honda.
Di sisi lain, Honda akan tetap mempertahankan bisnis sepeda motor sebagai tulang punggung operasionalnya di Korea Selatan. Perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan produk unggulan serta meningkatkan layanan dan pengalaman bagi pelanggan di segmen ini.
Dilansir dari laman honda global, Honda Korea didirikan pada Oktober 2001, awalnya beroperasi sebagai Honda Motorcycle Korea. Penjualan sepeda motor dimulai pada Mei 2002, disusul penjualan mobil pada Mei 2004.
Saat ini, kantor pusat Honda Korea berada di Seoul dengan total modal sebesar 12 miliar won dan sepenuhnya dimiliki oleh Honda Motor Co., Ltd. Perusahaan dipimpin oleh Presiden Jihong Lee dan memiliki sekitar 84 karyawan per April 2026.
Untuk lini produk, Honda Korea menawarkan berbagai model sepeda motor seperti PCX125, Super Cub, FORZA350, ADV350, FORZA750, hingga CBR600RR. Sementara untuk mobil, model yang dipasarkan antara lain Accord dan CR-V.
Langkah penghentian penjualan mobil ini menandai perubahan strategi Honda di Korea Selatan, sekaligus mencerminkan dinamika industri otomotif yang terus berkembang di tengah persaingan global.

