29.5 C
Jakarta
Sabtu, Mei 9, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSSatelit N5 Resmi Kantongi Izin, Daerah Terpencil Bakal Nikmati Internet Cepat

Satelit N5 Resmi Kantongi Izin, Daerah Terpencil Bakal Nikmati Internet Cepat

Jakarta – Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 resmi mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (JARTUPSAT) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital setelah dinyatakan lolos Uji Laik Operasi (ULO).

Pengujian dilakukan di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23–24 April 2026. Keberhasilan tersebut menjadi tahapan penting sebelum Satelit N5 mulai memberikan layanan komersial kepada masyarakat.

Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, Satelit N5 digadang-gadang menjadi salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia yang akan memperkuat konektivitas digital nasional, terutama di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

ULO dilaksanakan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan seluruh infrastruktur telekomunikasi satelit memenuhi standar keamanan, keandalan, serta ketentuan operasional sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Pengujian meliputi validasi jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT guna memastikan kualitas layanan serta kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia.

Satelit N5 Resmi Kantongi Izin, Daerah Terpencil Bakal Nikmati Internet Cepat

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan kelulusan ULO menjadi fase krusial sebelum Satelit N5 beroperasi secara komersial.

Menurutnya, satelit tersebut dipersiapkan untuk menghadirkan layanan internet berkualitas tinggi bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau akses digital memadai.

“Kami bersyukur Satelit Nusantara Lima telah berhasil melewati tahapan Uji Laik Operasi oleh tim evaluator dan kini telah mendapatkan izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi. Ini adalah bukti komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang tidak hanya tercanggih secara teknologi, tetapi juga sepenuhnya patuh pada standar regulasi nasional. Kami siap menjalankan misi besar selanjutnya sekaligus mendukung terwujudnya program Asta Cita untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas dan mengeliminasi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara,” kata Adi.

Pelaksanaan ULO di Gateway Banjarbaru juga dipantau langsung jajaran pimpinan Komdigi, di antaranya Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah, Ir. Geryantika Kurnia, serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan.

Lokasi Gateway Banjarbaru dipilih karena memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi kapasitas bandwidth untuk kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.

Edwin Hidayat Abdullah menilai kehadiran Satelit N5 menjadi aset penting dalam memperkuat ekosistem digital nasional sekaligus mendukung target percepatan internet nasional yang dicanangkan pemerintah.

“Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Kelulusan ULO Satelit N5 ini membuktikan infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional. Kami berharap kehadiran kapasitas sebesar 160 Gbps ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital,” ujar Edwin.

Sementara itu, Falatehan menyebut seluruh proses pengujian dilakukan secara ketat dan transparan sesuai standar regulasi yang berlaku.

“Proses pemeriksaan yang kami lakukan di Gateway Banjarbaru ini mencakup berbagai parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT sesuai dengan standar dan ketentuan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal,” jelasnya.

Satelit N5 Resmi Kantongi Izin, Daerah Terpencil Bakal Nikmati Internet Cepat

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia dan Filipina.

Satelit tersebut diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025 dan kemudian menjalani fase Electric Orbit Raising (EOR) sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

Keberhasilan ULO juga memastikan seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi yang tersebar dari Aceh hingga Tarakan, telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa secara optimal.

Dengan masa operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diharapkan mampu menghadirkan layanan internet berkecepatan tinggi yang andal untuk masyarakat, pelaku usaha, hingga mendukung sektor keamanan nasional di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga

Basketball For Good Siap Jangkau 3.000 Siswa SD di Indonesia

Jakarta - FIBA Indonesia menggandeng Nestlé MILO untuk mendorong...

Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempersiapkan langkah...

Kabar Gembira! Taman Safari Prigen Catat Kelahiran 3 Harimau Benggala

Jakarta - Taman Safari Indonesia II Prigen mencatat kelahiran...

Antisipasi El Nino dan Geopolitik, Dharma Jaya Gaspol Impor 7.500 Sapi

Jakarta - Guna menjaga ketahanan pangan di Jakarta, Perumda...

UIN Jakarta Jadi Pelopor Dokter Spesialis Kandungan di Kampus Islam Negeri

Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menerima audiensi Dekan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini