30.4 C
Jakarta
Kamis, Agustus 13, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALHore, Warga Miangas Dapat Ponsel Gratis dan Perangkat Internet Starlink

Hore, Warga Miangas Dapat Ponsel Gratis dan Perangkat Internet Starlink

Sulawesi – Pemerintah terus mempercepat pemerataan akses digital di wilayah perbatasan Indonesia. Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 203 unit ponsel pintar dan perangkat internet satelit Starlink kepada masyarakat Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5).

Bantuan tersebut diberikan untuk memastikan masyarakat di wilayah terluar Indonesia dapat menikmati akses komunikasi dan terhubung dengan ekosistem digital nasional.

Penyaluran perangkat telekomunikasi itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Pulau Miangas yang dikenal sebagai salah satu wilayah terdepan Indonesia di kawasan utara Nusantara.

Selain membagikan perangkat komunikasi, pemerintah juga memperkuat infrastruktur jaringan agar layanan telekomunikasi di kawasan tersebut dapat berjalan lebih optimal.

“Kami memperkuat jaringan supaya ponsel bisa beroperasi di sini. Menkomdigi memberikan Starlink dan ponsel untuk semua kepala keluarga,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, penguatan infrastruktur telekomunikasi dan pemanfaatan teknologi satelit menjadi langkah penting untuk menghubungkan wilayah terpencil dengan sistem ekonomi digital nasional.

Ia menilai kehadiran negara di kawasan perbatasan juga menjadi simbol transformasi digital agar masyarakat di wilayah terluar tidak lagi mengalami keterisolasian akses informasi dan komunikasi.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan program perluasan akses internet tersebut merupakan bentuk nyata pemerataan konektivitas digital di daerah 3T.

Program itu dijalankan melalui kerja sama antara Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dan Telkomsel untuk memperkuat sinyal Base Transceiver Station (BTS) di Pulau Miangas.

“Pelaku usaha kecil di wilayah ini juga harus mampu mengembangkan pasarnya ke ranah yang lebih luas melalui ekosistem digital,” tutur Meutya.

Ia menambahkan, pemerataan akses internet menjadi fondasi penting dalam menciptakan kesempatan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik yang lebih setara bagi masyarakat di daerah pelosok.

Pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 desa yang saat ini masih masuk kategori blank spot atau belum terjangkau layanan internet dapat memperoleh akses telekomunikasi hingga akhir 2026.

Melalui program percepatan pembangunan Indonesia Digital, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi prioritas utama pemerintah dalam pengembangan infrastruktur komunikasi nasional.

Baca Juga

Importir Pakan Diduga Main Harga, Ancaman Cabut Izin Impor Mengintai

Surabaya - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan...

Leapmotor Mulai Produksi Lokal di Indonesia, B10 dan C10 Jadi Model Perdana

Jakarta - Leapmotor memasuki tahap baru dalam pengembangan bisnisnya...

Viral Nakes Cibir Pasien BPJS, Gubenur DKI Siapkan Sanksi Tegas

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengambil...

Board Game Lokal Punya Peluang Besar, Kemenekraf Siapkan Jalan Masuk Pasar Ritel

Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyatakan dukungannya terhadap...

BRIN Sebut Kapal Listrik Nelayan Diklaim Pangkas Biaya hingga 70 Persen

Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini