30 C
Jakarta
Sabtu, Mei 23, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANBenarkah 10 Lokasi di Jakarta Rawan Begal? Ini Respons Polisi

Benarkah 10 Lokasi di Jakarta Rawan Begal? Ini Respons Polisi

Jakarta – Unggahan mengenai daftar 10 titik yang disebut rawan begal di Jakarta ramai beredar di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Polda Metro Jaya meminta warga tidak mudah percaya begitu saja terhadap informasi yang beredar tanpa data dan kajian yang jelas.

Sejumlah unggahan di Instagram, disebutkan beberapa lokasi yang diklaim rawan aksi begal, di antaranya kawasan Kebon Jeruk-Arjuna Utara, Palmerah-Tamansari, Tambora-Grogol, Underpass Senen, Kemayoran-Benyamin Sueb, Flyover Kampung Melayu-Klender, Duren Sawit, RE Martadinata-Ancol, Jalan Raya Bogor hingga kawasan Banjir Kanal Timur (BKT).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan bahwa memang pernah terjadi sejumlah tindak kriminal di beberapa wilayah Jabodetabek. Namun, menurutnya, kasus-kasus tersebut telah ditangani aparat kepolisian.

“Nah kita lihat, tadi disampaikan, kalau ada di media sosial beberapa titik, memang tadi disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum, ada beberapa kejadian seperti di Bekasi, di daerah Tangerang, di daerah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, tetapi itu kan sudah dilakukan penindakan,” ujar Budi saat konferensi pers, Jumat (22/5).

Budi menegaskan bahwa penyebutan suatu wilayah sebagai “titik rawan” tidak bisa dilakukan secara sembarangan tanpa analisis yang tepat.

“Nah kalau memang itu menjadi rawan, kita kan harus melihat, titik rawan ini rawan apa? Rawan kriminalitas kah, rawan laka lantaskah, iya kan? Rawan terhadap apa? Nah ini harus dikaji,” terang Budi.

Warga Diminta Tidak Terpengaruh Konten Menyesatkan

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh konten media sosial yang dapat memunculkan rasa takut berlebihan atau fear of crime.

“Jadi kami mengimbau pada seluruh masyarakat, jangan penuh kekhawatiran menimbulkan fear of crime dengan adanya beberapa konten yang muncul di media sosial,” ucapnya.

Menurut Budi, kondisi keamanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya masih terkendali. Pengamanan terus diperkuat melalui patroli gabungan antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga keterlibatan masyarakat.

“Sejauh ini Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Pemerintah Provinsi DKI, dan keterlibatan masyarakat melalui Siskamling, Sabuk Kamtibmas, tidak seperti yang dikhawatirkan di dalam media sosial unggahan, tidak seperti itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, intensitas patroli juga terus ditingkatkan mulai dari tingkat Koramil dan Polsek hingga Kodim, Polres, Kodam Jaya, dan Polda Metro Jaya. Selain patroli, pengawasan wilayah juga diperkuat melalui integrasi kamera CCTV bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi titik buta pengawasan tindak kriminal.

“Jadi termasuk ada penggabungan dari Pemprov DKI, penggabungan CCTV, dan ini sudah membatasi blank spot, blind spot yang ada terhadap tindak pidana yang ada,” tutup Budi.

Baca Juga

Sensasi Baru, Mobil Hyundai Tampilkan Atmosfer Piala Dunia 2026

Hyundai Motor Company meluncurkan tema tampilan eksklusif di dalam...

Diakui Dunia Internasional, MAN IC Serpong Raih Predikat IB World School

Jakarta - Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC)...

Prabowo Targetkan 5.000 Kampung Nelayan, Fasilitas Lengkap Disiapkan

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan sekaligus pengoperasian...

Jeep dan Peugeot Siapkan Mobil Listrik Baru di Wuhan

Stellantis dan Dongfeng Motor Group resmi menandatangani kerja sama...

Ratusan Sekolah di NTB Direvitalisasi, Pembelajaran Digital Mulai Diperluas

Lombok - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini