28.2 C
Jakarta
Minggu, Agustus 23, 2026
BerandaKATA BERITASENI BUDAYAKetika Para Pensiunan dan Alumni UNY Lestarikan Karawitan Jawa

Ketika Para Pensiunan dan Alumni UNY Lestarikan Karawitan Jawa

Yogyakarta – Kelompok karawitan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pensiun (IKAPEN) Laras Budaya (ILB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar latihan karawitan rutin yang digelar setiap Rabu. IKAPEN Laras Budaya yang beranggotakan para purna tugas dosen, karyawan, serta alumni UNY menghadirkan alunan gamelan Jawa dan tembang-tembang tradisional yang sarat nilai budaya serta filosofi kehidupan.

Latihan karawitan yang digelar pada Kamis (21/5) di Pendapa Kromoredjan,  Condongcatur, Kabupaten Sleman juga menjadi pusat aktivitas seni karawitan masyarakat di Kalurahan Condongcatur. Pemerintah Kalurahan Condongcatur secara bergiliran memberikan jadwal pentas setiap Kamis Pon kepada sejumlah kelompok karawitan di wilayah tersebut.

Beberapa kelompok yang rutin tampil antara lain Karawitan Ngesti Laras, Sekar Budaya, Pringgo Budoyo, dan IKAPEN Laras Budaya UNY.

Para pensiunan ini kembali tampil dalam agenda rutin tersebut dengan membawakan sejumlah gendhing klasik maupun kreasi Jawa. Berbagai bentuk karawitan ditampilkan, mulai dari Lancaran, Ketawang, Ladrang, lelagon, hingga tembang dolanan anak.

Sejumlah gendhing yang dibawakan di antaranya Ladrang Wilujeng, Lancaran Jogja Istimewa, Lancaran IKAPEN UNY, Ladrang Sumyar, Ladrang Sarung Jagung, Lumbung Desa, Waru-Waru Doyong, Pepeling, Manyarsewu, hingga Palaran Pucung.

Ketua ILB UNY, Wien Pudji Priyanto, mengatakan saat ini ILB UNY memiliki sekitar 30 anggota aktif yang terbagi dalam dua kelompok pengrawit, yaitu kelompok pemula dan kelompok lanjutan.

“Alhamdulillah, semangat belajar bapak dan ibu pengrawit sangat luar biasa. Kami memiliki motto Regeng, Gayeng, Seneng sebagai semangat dalam melestarikan budaya Jawa melalui seni karawitan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang telah memberikan dukungan dan fasilitas bagi berkembangnya seni budaya masyarakat melalui pemanfaatan Pendapa Kromoredjan sebagai pusat kegiatan karawitan.

Menurutnya, kegiatan latihan rutin dan pentas berkala tersebut bukan hanya menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga mempererat silaturahmi antarpengrawit serta masyarakat.

Baca Juga

Libur HUT RI Bikin Whoosh Penuh, 45 Ribu Penumpang Tembus dalam Dua Hari

Jakarta - Jumlah penumpang kereta cepat Whoosh mencapai 45.889...

PGE Dapat Mandat Eksplorasi Cubadak Panti, Potensinya Bisa Terangi 40 Ribu Rumah

Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali...

Momen Langka, Sepasang Gajah Sumatera Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-81

Riau - Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kasang...

Deteksi Dini Kanker Payudara Kini Bisa Dilakukan dengan Mobil Mamografi

Jakarta - Kanker payudara tidak selalu berujung pada kondisi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini