Nissan menarik kembali hampir 70.000 unit kendaraan model N7 dan N6 di China setelah Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (State Administration for Market Regulation (SAMR) menemukan adanya potensi masalah keselamatan pada desain rakitan pedal akselerator.
Dalam pengajuan resmi penarikan yang dirilis pada 22 Mei, Dongfeng Motor Corporation bersama Nissan akan menarik 49.465 unit sedan listrik Nissan N7 dan 18.800 unit SUV plug-in hybrid Nissan N6, dengan pelaksanaan mulai 25 Mei 2026.
Regulator menyebutkan bahwa penggunaan kendaraan dalam jangka panjang dapat menyebabkan keausan pada komponen di dalam rakitan pedal akselerator. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan antarbagian pedal, sehingga memengaruhi mekanisme pengembalian pedal ke posisi semula. Dalam beberapa kasus, gesekan antara komponen berputar pada pedal dan struktur penyangga yang menonjol dapat memicu respons pedal yang tidak normal dan berisiko terhadap keselamatan.
Sebagai langkah perbaikan, Dongfeng Motor akan mengganti rakitan pedal akselerator pada kendaraan terdampak tanpa biaya. Khusus untuk model N6, perusahaan juga akan melakukan penggantian pedal rem dengan versi terbaru yang telah disesuaikan dengan desain pedal yang diperbarui.
SAMR menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat laporan kecelakaan maupun korban cedera yang berkaitan dengan isu teknis tersebut. Penarikan ini mencakup dua model Nissan yang dikembangkan khusus untuk pasar China sebagai bagian dari strategi elektrifikasi lokal Dongfeng Nissan.

Dilansir dari laman carnewschina, Nissan N7 mulai diproduksi pada 2025. Pihak perusahaan sebelumnya menyatakan bahwa produksi kumulatif model ini telah mencapai 50.000 unit hanya dalam waktu tujuh bulan sejak awal produksi, sejalan dengan strategi pengembangan kendaraan listrik di pasar China.
Sementara itu, Nissan N6 yang berjenis SUV plug-in hybrid diluncurkan pada akhir 2025 dengan harga awal sekitar 89.800 yuan, sekitar 13.200 dolar AS atau Rp 233 juta. Model ini juga disebut memiliki rencana pengembangan untuk pasar ekspor.
Dari sisi penjualan, data China EV DataTracker menunjukkan penjualan domestik Nissan N7 pada April 2026 mencapai 1.635 unit, meningkat 18,3% dibanding bulan sebelumnya dan naik 145,9% secara tahunan. Model ini menyumbang sekitar 6,3% dari total penjualan merek Nissan di China pada periode tersebut.
Performa penjualan N7 sendiri sempat mencapai puncaknya pada Agustus 2025 dengan 10.148 unit, sebelum mengalami penurunan pada bulan-bulan berikutnya, termasuk 6.540 unit pada Oktober 2025 dan 1.925 unit pada Desember 2025.
Di tengah penarikan ini, Nissan tetap melanjutkan ekspansi lini kendaraan listriknya di China. Pada April 2026, perusahaan meluncurkan SUV Nissan NX8 dengan klaim jarak tempuh gabungan hingga 1.450 km serta arsitektur kelistrikan 800V, dengan harga mulai 141.000 yuan (sekitar 20.750 dolar AS).
State Administration for Market Regulation (SAMR) secara rutin merilis pengumuman penarikan kendaraan yang mencakup produsen lokal maupun perusahaan patungan. Di China, proses recall umumnya dilakukan secara sukarela oleh produsen atau setelah adanya investigasi cacat dari regulator terkait.

