28.2 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANTips ABCDE Jadi Senjata Baru Lumajang Cegah Stunting

Tips ABCDE Jadi Senjata Baru Lumajang Cegah Stunting

Lumajang – Pencegahan stunting dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga. Untuk mempermudah masyarakat memahami langkah-langkah tersebut, Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang memperkenalkan Tips ABCDE sebagai panduan menjaga kesehatan ibu dan anak sejak sebelum kehamilan hingga masa awal kehidupan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting sangat bergantung pada perubahan perilaku di tingkat keluarga. Oleh karena itu, edukasi harus dikemas dengan cara yang sederhana, mudah diingat, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui Tips ABCDE, kami ingin menghadirkan pesan yang sederhana, mudah diingat, tetapi memiliki dampak besar bagi kesehatan ibu dan anak. Pencegahan stunting dimulai dari keluarga, sehingga setiap keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anak tumbuh sehat dan optimal,” ujarnya saat Kampanye Gerakan Cegah Stunting di Balai Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/7).

Dewi Natalia menjelaskan bahwa Tips ABCDE mencakup lima langkah penting dalam mencegah stunting. Langkah pertama adalah aktif mengonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil. Selanjutnya, ibu hamil dianjurkan rutin menjalani pemeriksaan kehamilan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Langkah berikutnya adalah memastikan konsumsi protein hewani setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi. Selain itu, orang tua diimbau membawa balita ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) setiap bulan guna memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Tahap terakhir ialah memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Menurutnya, kelima langkah tersebut merupakan satu kesatuan yang saling mendukung dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sekaligus memenuhi kebutuhan gizi sejak dini. Ia menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa remaja, berlanjut selama kehamilan, hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan, bukan ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan.

Dewi Natalia berharap Tips ABCDE tidak hanya menjadi materi sosialisasi, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap keluarga. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana secara berkelanjutan, risiko stunting dapat ditekan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Ia juga mengajak seluruh kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, tenaga kesehatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak akan memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat strategi pencegahan stunting berbasis keluarga melalui berbagai program edukasi yang mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh masyarakat.

Baca Juga

Komnas Perempuan Bongkar Modus Kekerasan yang Sering Disamarkan sebagai Kasih Sayang

Jakarta - Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)...

Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Naik Penyidikan, Negara Rugi Rp5 Triliun

Jakarta - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor)...

Adopsi AI di Indonesia Terhambat, 63 Persen Karyawan Nilai Bos Tak Paham Kebutuhan Digital

Jakarta - Ambisi perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi teknologi...

Kerugian Scam Capai Rp7,5 Triliun, Lansia Jadi Sasaran Utama

Jakarta - Ancaman penipuan digital atau scam di Indonesia...

Pencari Suaka Kembali Berkemah di Trotoar, Pemkot Jaksel dan UNHCR Cari Solusi

Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bersama sejumlah...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini