27.5 C
Jakarta
Kamis, Juni 18, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSGen Z Diminta Waspada, Algoritma Media Sosial Bisa Mengarahkan Opini Publik

Gen Z Diminta Waspada, Algoritma Media Sosial Bisa Mengarahkan Opini Publik

Bogor – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak masyarakat, terutama Generasi Z (Gen Z), untuk memahami cara kerja algoritma media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang bersifat manipulatif maupun kepentingan ekonomi yang ada di balik platform digital.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Ekosistem Media Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, dalam kegiatan Roadshow dan Peluncuran Buku karya Andi Ilham Paulangi berjudul Demokrasi Digital: Viralitas, Algoritma, dan Suara Gen Z di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6).

Farida menekankan bahwa pemahaman mengenai algoritma menjadi salah satu kemampuan penting di era digital. Menurutnya, media sosial tidak sepenuhnya bekerja secara netral karena distribusi informasi di dalamnya dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kepentingan bisnis dan ekonomi dari platform yang digunakan.

“Pelajari algoritma karena media sosial tidak netral dan ada kepentingan bisnis atau ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemahaman terhadap sistem algoritma dapat membantu masyarakat lebih kritis dalam menerima dan menyaring informasi. Dengan demikian, pengguna media sosial tidak mudah terbawa opini yang sengaja diperkuat melalui mekanisme penyebaran konten tertentu.

Selain literasi digital, Farida juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital. Menurutnya, perkembangan internet telah menciptakan ruang publik yang memungkinkan setiap orang menyampaikan pandangan dan pendapat secara lebih bebas.

Namun, kebebasan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi.

“Ruang publik tak dibatasi ruang dan waktu sehingga masyarakat bisa bebas menyampaikan pendapat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Mahasiswa BEM KM IPB periode 2025/2026, M. Abdan Rofi, menyoroti pentingnya transparansi dalam tata kelola internet. Menurutnya, hal tersebut semakin relevan seiring meningkatnya pengaruh kecerdasan buatan (AI) dan algoritma platform digital dalam menentukan informasi yang muncul dan dikonsumsi masyarakat.

Abdan menilai generasi muda perlu memahami cara kerja teknologi digital agar mampu berpartisipasi secara lebih aktif dan bermakna dalam ruang publik digital. Pemahaman tersebut juga penting untuk menghindari praktik aktivisme semu yang ramai di media sosial, tetapi tidak memberikan dampak nyata terhadap perubahan kebijakan.

Baca Juga

Pelabuhan Tanjung Priok Sesak, Hampir 10 Ribu Kontainer Menumpuk

Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian...

DANA dan KKP Bersihkan Pantai Bali, 317 Kg Sampah Berhasil Dikumpulkan

Jakarta - DANA bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)...

Jangan Lewatkan, Wisata Ragunan Gratiskan Tiket Masuk pada Tanggal Ini

Jakarta - Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta...

AI Masuk ke Jaringan Seluler, Operator Bisa Hemat Investasi Triliunan Rupiah

Jakarta - Perkembangan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong...

Tak Sekadar Trekking, Ratusan Karyawan FIFGROUP Berhasil Kumpulkan 240 Kg Sampah

Jakarta - Sebanyak 240 kilogram sampah berhasil dikumpulkan para...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini