Gorontalo – Aspirasi petani dari wilayah barat Gorontalo yang disampaikan seorang mahasiswa dalam kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung mendapat respons cepat. Hanya beberapa jam setelah aspirasi tersebut disampaikan, satu unit hand tractor dikirim dan tiba di Kabupaten Pohuwato pada dini hari.
Peristiwa itu terjadi saat Mentan Amran memberikan kuliah umum di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Sabtu (20/6). Dalam sesi tersebut, seorang mahasiswa bernama Husna Rupu yang berasal dari Kecamatan Popayato Barat meminta kesempatan berbicara untuk menyuarakan aspirasi petani di daerahnya.
Di hadapan ratusan peserta, Husna menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan membawa amanat para petani yang membutuhkan dukungan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan.
“Bapak Menteri Pertanian, saya sebagai mahasiswa yang berasal dari wilayah barat Gorontalo menyampaikan aspirasi petani yang dititipkan kepada saya. Gorontalo memang menjadi tempat Penas, tetapi di Gorontalo bagian barat petaninya belum sejahtera. Masyarakat petani sawah memberikan mandat kepada saya untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Bapak Menteri dan meminta solusi konkret,” ujar Husna dalam dialog bersama Mentan Amran.

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat sekitar 5 hektare lahan sawah yang membutuhkan dukungan alat pertanian agar pengelolaannya lebih optimal dan mampu meningkatkan hasil panen petani.
Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran langsung memerintahkan jajarannya untuk menyalurkan satu unit hand tractor kepada kelompok tani yang diwakili mahasiswa tersebut.
“Ini minta hanya 5 hektare. Kasih hand tractor satu sekarang. Kamu bawa pulang. Bawakan ke petaninya. Bawa pulang itu hand tractor dari Pak Menteri. Olah itu. Inilah bentuk keadilan karena membangun Nusantara tidak mudah. Kalau berteriak gampang. Mau bantu petani atau ribut? Sekarang hand tractor itu bawa pulang kasih ke petani,” tegas Mentan Amran.
Amran menilai keberanian mahasiswa tersebut mencerminkan idealisme yang patut diapresiasi. Ia menyebut mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyambung aspirasi masyarakat, terutama kelompok petani yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Saya suka dia karena memperjuangkan orang kecil. Jadi jelas perjuangannya. Yang saya bangga adalah idealisme mahasiswa, bukan memperjuangkan dirinya sendiri, tetapi memperjuangkan rakyat,” ujarnya.
Respons cepat tersebut tidak berhenti di ruang kuliah umum. Beberapa jam setelah kegiatan selesai, satu unit hand tractor diberangkatkan menuju Desa Molosipat Utara, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato.
Alat dan mesin pertanian (alsintan) itu menempuh perjalanan sekitar enam jam dari Kota Gorontalo. Pada Minggu (21/6) sekitar pukul 02.00 Wita, bantuan tersebut tiba di lokasi dan langsung siap digunakan oleh kelompok tani setempat.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengolah lahan secara lebih efisien, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

