28.1 C
Jakarta
Minggu, Juni 28, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALKemenhan Terapkan Pita Putih untuk Peserta SPPI yang Butuh Perhatian Medis

Kemenhan Terapkan Pita Putih untuk Peserta SPPI yang Butuh Perhatian Medis

Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menerapkan penandaan khusus berupa pita putih kepada peserta pelatihan dasar militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 yang memerlukan perhatian medis khusus.

Pemberian pita putih bertujuan memudahkan pelatih dan tim kesehatan mengidentifikasi peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sehingga dapat dipantau secara lebih intensif selama mengikuti pelatihan bela negara dan manajerial.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, pemeriksaan kondisi kesehatan peserta selalu dilakukan sebelum setiap sesi pelatihan dimulai. Menurutnya, pelatih dan instruktur memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi yang layak mengikuti kegiatan.

“Memang selama ini setiap kegiatan diawali dengan penyampaian oleh pelatih ataupun tim yang melaksanakan instruktur untuk memastikan bahwa kondisi para peserta itu dalam kondisi yang fit,” kata Rico dalam konferensi pers di Balai Media Kemenhan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6).

Rico mengatakan, peserta yang memiliki riwayat atau kondisi kesehatan tertentu akan diberikan pita putih agar lebih mudah dikenali oleh pelatih maupun tenaga medis selama pelatihan berlangsung.

“Jadi selalu ditanyakan bahkan untuk orang-orang tertentu itu kita beri tanda pita putih dengan harapan mereka sudah bisa kita tandai dan mencegah misalnya membutuhkan atensi khusus di bidang medis,” ujar Rico.

Ia menambahkan, sistem penandaan tersebut telah diterapkan di seluruh lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pelatihan SPPI sebagai bagian dari mekanisme pemantauan kesehatan peserta.

“Jadi itu sudah dilakukan di seluruh lembaga-lembaga pendidikan yang melaksanakan kegiatan pelatihan ini,” kata Rico.

Penjelasan itu disampaikan Kemenhan menyusul meninggalnya lima peserta SPPI KDKMP-KNMP 2026 saat menjalani pelatihan bela negara dan manajerial. Para peserta tersebut dipersiapkan untuk menjadi calon manajer pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menegaskan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan.

Rangkaian pemeriksaan tersebut meliputi tes laboratorium darah dan urine, tes kehamilan, foto rontgen toraks, elektrokardiogram (EKG), USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga kesehatan jiwa.

Meski demikian, Ketut mengakui masih terdapat sejumlah penyakit yang tidak berhasil terdeteksi pada tahap seleksi awal yang dilakukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) SPPI. Proses seleksi tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian PANRB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), BP BUMN, serta instansi terkait lainnya.

“Namun di kenyataannya ada memang penyakit-penyakit yang tidak terdeteksi oleh panitia seleksi,” ujar Ketut.

Di sisi lain, Tim Kesehatan Kemenhan Letkol CKM Ikhsan menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan awal telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, kondisi kesehatan seseorang dapat berubah sewaktu-waktu dipengaruhi oleh faktor cuaca, kondisi fisik, maupun daya tahan tubuh masing-masing peserta.

“Memang pada kenyataannya setiap orang itu penyakit sesuai dengan ininya dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi cuaca dan kondisi fisik daripada peserta masing-masing. Jadi kondisi kesehatannya itu antara seseorang dengan seseorang lainnya itu tidak sama,” ujar Ikhsan.

Sebagai langkah evaluasi, Kemenhan telah melakukan tracing ulang terhadap seluruh peserta, menyusun klasterisasi berdasarkan kondisi kesehatan, serta menerapkan langkah mitigasi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Selain itu, Kemenhan juga menggandeng Kementerian Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan (screening) guna meminimalkan risiko terulangnya kejadian serupa pada pelaksanaan pelatihan berikutnya.

Baca Juga

Jakarta Menuju 5 Abad, Sederet Infrastruktur Baru Disiapkan Pramono-Rano

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil...

Usia Bukan Halangan, Sekolah Lansia Magelang Cetak 261 Wisudawan

Magelang - Sebanyak 261 warga lanjut usia (lansia) dari...

Menkeu Purbaya Sebut BBM Bisa Lebih Murah Jika Kondisi Ini Terjadi

Jakarta - Pemerintah menilai harga bahan bakar minyak (BBM)...

SIG Bidik Permukiman Padat, Beton MiniMix Kini Bisa Masuk Gang Sempit

Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membidik...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini