Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SIG berhasil membina dan mengembangkan 36 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Glondonggede, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Pertumbuhan jumlah UMKM binaan tersebut berlangsung secara bertahap setiap tahun. Pada 2022, program ini melahirkan 16 UMKM baru, kemudian bertambah 15 UMKM pada 2023. Sementara itu, sepanjang periode 2024 hingga 2025, lima pelaku usaha baru kembali bergabung sehingga total UMKM yang dibina mencapai 36 unit.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi SIG dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dan masyarakat di sekitar area operasional. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis.
Program pemberdayaan yang dijalankan SIG menerapkan pendampingan secara menyeluruh atau end-to-end. Mulai dari pelatihan peningkatan keterampilan, penyediaan sarana produksi, hingga pendampingan dalam memperluas akses pemasaran, seluruh tahapan dirancang agar UMKM mampu berkembang secara mandiri dan berdaya saing.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen keberlanjutan SIG yang menempatkan aspek sosial sebagai bagian penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat lokal.
“SIG percaya bahwa keberhasilan Perusahaan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program pemberdayaan UMKM menjadi salah satu upaya kami untuk memastikan masyarakat sekitar dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing,” ujar Vita Mahreyni.
Manfaat program tersebut telah dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Salah satunya Kusmiyatun, pemilik usaha olahan ikan asap, yang mengaku usahanya berkembang setelah memperoleh pendampingan dari SIG.
“Sekarang tempat usaha lebih nyaman dan penghasilan meningkat,” ujarnya.
Pendampingan yang diberikan SIG juga berhasil memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM. Berbagai produk makanan ringan hasil olahan masyarakat kini telah dipasarkan di toko modern maupun pusat oleh-oleh di Kabupaten Tuban. Peningkatan akses pasar tersebut mendorong omzet usaha mencapai jutaan rupiah setiap bulan sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.

