29.9 C
Jakarta
Senin, Agustus 17, 2026
BerandaKATA EKBISCSR dan ESGSIG Bikin Puluhan UMKM Naik Kelas, Ekonomi Desa Berkembang

SIG Bikin Puluhan UMKM Naik Kelas, Ekonomi Desa Berkembang

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SIG berhasil membina dan mengembangkan 36 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Glondonggede, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Pertumbuhan jumlah UMKM binaan tersebut berlangsung secara bertahap setiap tahun. Pada 2022, program ini melahirkan 16 UMKM baru, kemudian bertambah 15 UMKM pada 2023. Sementara itu, sepanjang periode 2024 hingga 2025, lima pelaku usaha baru kembali bergabung sehingga total UMKM yang dibina mencapai 36 unit.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi SIG dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dan masyarakat di sekitar area operasional. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis.

Program pemberdayaan yang dijalankan SIG menerapkan pendampingan secara menyeluruh atau end-to-end. Mulai dari pelatihan peningkatan keterampilan, penyediaan sarana produksi, hingga pendampingan dalam memperluas akses pemasaran, seluruh tahapan dirancang agar UMKM mampu berkembang secara mandiri dan berdaya saing.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen keberlanjutan SIG yang menempatkan aspek sosial sebagai bagian penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat lokal.

“SIG percaya bahwa keberhasilan Perusahaan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program pemberdayaan UMKM menjadi salah satu upaya kami untuk memastikan masyarakat sekitar dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing,” ujar Vita Mahreyni.

Manfaat program tersebut telah dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Salah satunya Kusmiyatun, pemilik usaha olahan ikan asap, yang mengaku usahanya berkembang setelah memperoleh pendampingan dari SIG.

“Sekarang tempat usaha lebih nyaman dan penghasilan meningkat,” ujarnya.

Pendampingan yang diberikan SIG juga berhasil memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM. Berbagai produk makanan ringan hasil olahan masyarakat kini telah dipasarkan di toko modern maupun pusat oleh-oleh di Kabupaten Tuban. Peningkatan akses pasar tersebut mendorong omzet usaha mencapai jutaan rupiah setiap bulan sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.

Baca Juga

Sentil BPJS Kesehatan, Megawati Beri Peringatan ke Kemenkes dan Kemenkeu

Jakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum...

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Kemerdekaan, 17 Dentuman Meriam Menggema di Istana Merdeka

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik...

Imigrasi Tolak 9.394 Permohonan Paspor, Ada Indikasi Disalahgunakan untuk Kejahatan

Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi menolak 9.394 permohonan paspor...

Fadli Zon Siapkan Situs Bersejarah Bogor Jadi Cagar Budaya Nasional, Ini Daftarnya

Bogor - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyiapkan sejumlah situs bersejarah...

Pemerintah Kucurkan Rp18,9 Triliun, 546 Daerah Diminta Pastikan Gaji PPPK

Jakarta - Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sebesar Rp18,9 triliun...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini