Jahe selama ini dikenal sebagai rempah yang kaya manfaat untuk kesehatan. Selain sering dimanfaatkan sebagai obat alami untuk mengatasi mual, gangguan pencernaan, hingga menghangatkan tubuh, jahe juga memiliki potensi besar dalam perawatan kulit.
Sejumlah dokter kulit, di antaranya Audrey Kunin, MD, Ava Shamban, MD, dan Teresa Song, MD, menyebut kandungan aktif dalam jahe memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, hingga antimikroba yang bermanfaat menjaga kesehatan kulit.
Beragam Manfaat Jahe untuk Kulit
1. Membantu Memudarkan Bekas Luka
Jahe mengandung antioksidan yang dapat membantu memperbaiki tampilan bekas luka, terutama bekas luka yang warnanya lebih terang dibanding kulit di sekitarnya. Kandungan tersebut juga membantu proses regenerasi kulit sehingga warna kulit tampak lebih merata.
2. Meredakan Peradangan
Senyawa aktif gingerol memiliki efek antiinflamasi yang mampu mengurangi kemerahan dan pembengkakan pada kulit. Karena itu, jahe dinilai bermanfaat untuk membantu meredakan peradangan akibat jerawat, eksim, maupun psoriasis.
Selain itu, sifat antiinflamasinya juga dipercaya dapat membantu mengurangi tampilan selulit dengan meningkatkan sirkulasi pada area kulit tertentu.
3. Mencerahkan Kulit
Jahe kaya akan antioksidan yang berfungsi melindungi kulit dari paparan radikal bebas dan polusi. Perlindungan tersebut membantu kulit tampak lebih cerah, sehat, dan mengurangi tanda-tanda penuaan dini.
4. Menjaga Produksi Kolagen
Beberapa penelitian menunjukkan jahe dapat membantu menghambat kerja enzim yang memecah kolagen. Dengan terjaganya kadar kolagen, elastisitas kulit dapat dipertahankan sehingga kulit terlihat lebih kencang dan awet muda.
5. Membantu Mengatasi Jerawat
Sifat antibakteri yang dimiliki gingerol membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Karena itu, jahe sering dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pendukung dalam produk perawatan kulit berjerawat.
6. Menyehatkan Kulit Kepala
Tak hanya untuk kulit wajah, jahe juga bermanfaat bagi kesehatan kulit kepala. Sifat antiseptiknya membantu mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab ketombe sehingga kulit kepala terasa lebih bersih dan sehat.
Cocok untuk Jenis Kulit Apa?
Dilansir dari laman byrdie, Jahe umumnya cocok digunakan pada kulit kombinasi, berminyak, maupun kulit yang rentan berjerawat. Bahan alami ini juga dapat membantu mengatasi kulit kusam, warna kulit yang tidak merata, hingga munculnya garis-garis halus.
Meski demikian, pemilik kulit sensitif sebaiknya lebih berhati-hati. Kandungan aktif dalam jahe dapat memicu iritasi pada sebagian orang, terutama jika digunakan langsung dalam bentuk segar.
Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Penggunaan produk berbahan dasar jahe berpotensi menimbulkan efek samping berupa iritasi, reaksi alergi, atau kulit menjadi lebih kering pada sebagian orang.
Sebelum mengaplikasikan produk ke seluruh wajah, lakukan uji tempel (patch test) pada area kulit yang kecil terlebih dahulu. Hindari pula penggunaan jahe bersamaan dengan bahan eksfoliasi berkadar tinggi maupun retinoid karena dapat meningkatkan risiko iritasi.
Cara Menggunakan Jahe untuk Perawatan Kulit
Produk yang mengandung ekstrak jahe umumnya dapat digunakan satu hingga dua kali sehari sesuai petunjuk pemakaian. Berikut beberapa cara memanfaatkannya.
Perawatan Wajah
- Serum atau minyak wajah dapat membantu memberikan perlindungan antioksidan sekaligus menjaga kelembapan kulit.
- Krim wajah yang mengandung jahe cocok digunakan untuk menenangkan kulit sekaligus menjaga kelembapannya.
- Masker alami juga bisa dibuat dari campuran jahe parut, madu, dan sedikit air perasan lemon. Gunakan selama sekitar 15–20 menit sebelum dibilas hingga bersih. Namun, pemilik kulit sensitif sebaiknya berhati-hati karena lemon dapat memicu iritasi.
Perawatan Tubuh
Jahe dapat dimanfaatkan sebagai bahan lulur alami dengan mencampurkannya bersama gula dan minyak zaitun. Kombinasi ini membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus membuat kulit terasa lebih halus. Setelah eksfoliasi, gunakan pelembap agar kulit tetap terhidrasi.
Perawatan Kulit Kepala
Produk perawatan rambut yang mengandung ekstrak jahe dapat membantu menjaga kebersihan kulit kepala, mengurangi ketombe, sekaligus memberikan nutrisi untuk memperkuat rambut.
Membantu Menyamarkan Bekas Luka
Sebagian orang menggunakan irisan jahe segar pada area bekas luka yang telah sembuh sebagai perawatan alami. Namun, efektivitas cara ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut sehingga sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan dihentikan bila muncul iritasi.
Jahe menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan kulit berkat kandungan antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasinya. Mulai dari membantu mengurangi jerawat, meredakan kemerahan, menjaga elastisitas kulit, hingga mendukung kesehatan kulit kepala.
Meski demikian, penggunaan produk berbahan jahe tetap harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Jika memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi, pilih produk perawatan yang telah diformulasikan dengan ekstrak jahe dan selalu lakukan uji tempel sebelum digunakan secara rutin.

