Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi besar untuk memperkuat penanganan bencana di Indonesia. Pemerintah akan menyusun master plan atau rencana induk yang mencakup langkah mitigasi hingga respons ketika bencana terjadi.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah pemanfaatan kapal induk dari Italia untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rencana tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) membahas penanganan sejumlah bencana, mulai dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga karhutla. Rapat berlangsung secara virtual melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).
“Jadi kita bikin nanti suatu persiapan master plan yang menyeluruh dan yang masif. Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita,” kata Prabowo sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Prabowo, kapal tersebut nantinya akan difungsikan sebagai kapal induk yang dapat mengoperasikan helikopter dan drone untuk mendukung penanganan bencana. Armada itu terutama akan dimanfaatkan ketika terjadi karhutla yang membutuhkan respons cepat.
Kapal tersebut, lanjut Prabowo, dapat membawa hingga 10 helikopter kelas menengah dan 10 helikopter medium.
“Saya kira itu sejenis Black Hawk dan sejenis MI-17 yang rata-rata bisa mengangkut 4 sampai 5 ton air,” ujarnya.
Dengan dukungan armada tersebut, Prabowo berharap proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat, terutama di wilayah yang memiliki banyak titik api.
“Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita,” sambung Prabowo.
Pesawat Modifikasi Cuaca Ditambah
Selain memperkuat armada udara untuk pemadaman, Prabowo meminta pemerintah meningkatkan jumlah pesawat yang digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Ia juga mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian untuk menentukan bahan atau zat yang paling efektif digunakan dalam mempercepat proses modifikasi cuaca.
Tak hanya pesawat dan helikopter, pemerintah juga berencana menambah drone berukuran besar yang dapat digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran.
Prabowo mengatakan terdapat drone yang mampu membawa hingga 50 kilogram air dalam sekali operasi.
“Kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air. Ada drone yang cukup besar ya, sampai bisa mengangkut dan melempar, mengdrop 50 kilo air. Kalau 50 kilo air 10 drone sama dengan 1 helikopter kemampuannya. Oh tidak, tidak, 50 kali 10 baru 500, setengah ton ya,” jelasnya.
Minta Peralatan Disiapkan Sebelum Bencana
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus mengedepankan prinsip kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Menurutnya, persediaan peralatan sebaiknya lebih banyak daripada justru kekurangan ketika bencana sudah terjadi.
Karena itu, ia meminta jajaran menteri memperkuat ketersediaan berbagai peralatan, termasuk helikopter, pompa air, dan kendaraan pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan karhutla.
“Jadi kita siap sebelum kejadian. Lebih banyak ekskavator di tingkat, ekskavator-ekskavator kecil di tempat desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan itu lebih baik,” tutur dia.
Prabowo menilai keberadaan peralatan di lokasi yang rawan bencana akan mempercepat penanganan sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan.
“Tapi minimal kalau ada di tempat terdepan ini akan sangat. Jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan,” imbuh Prabowo.

