33.3 C
Jakarta
Selasa, November 3, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAEkonomi Indonesia Diklaim Tetap Tangguh, Pemerintah Siapkan Stimulus hingga Akhir 2026

Ekonomi Indonesia Diklaim Tetap Tangguh, Pemerintah Siapkan Stimulus hingga Akhir 2026

katafoto, Jakarta – Pemerintah menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan hingga November 2026. Sejumlah indikator ekonomi mencatat perkembangan positif, sementara pemerintah menyiapkan berbagai stimulus untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat hingga akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah optimistis kondisi ekonomi nasional tetap terjaga hingga penghujung 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memberikan bantuan sosial serta berbagai diskon khusus menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Mental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini. Dan sampai akhir tahun diharapkan kondisinya masih terjaga,” kata Airlangga seusai mengikuti rapat terbatas (ratas) terkait isu ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11).

Salah satu indikator yang menunjukkan perkembangan positif terlihat dari aktivitas industri manufaktur. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 tercatat meningkat menjadi 54, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 52,4.

Menurut Airlangga, kenaikan PMI tersebut menunjukkan industri manufaktur nasional masih berada dalam zona ekspansi. Bahkan, capaian tersebut menjadi tingkat ekspansi terkuat sejak Maret 2024.

Selain sektor manufaktur, pemerintah juga mencermati perkembangan neraca perdagangan nasional. Pada September 2026, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 3,36 miliar dolar AS.

Surplus tersebut terutama ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencapai 5,67 miliar dolar AS. Sementara itu, perdagangan sektor minyak dan gas (migas) masih mengalami defisit sebesar 2,31 miliar dolar AS.

Jika dihitung secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia selama Januari hingga September 2026 mencatat surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS.

Surplus perdagangan nonmigas mencapai 34,21 miliar dolar AS, sehingga mampu mengimbangi defisit perdagangan migas yang tercatat sebesar 23,6 miliar dolar AS.

Pemerintah berharap perkembangan positif di sektor manufaktur dan perdagangan tersebut dapat terus menopang perekonomian nasional. Dukungan stimulus, bantuan sosial, serta program diskon menjelang Nataru juga diharapkan mampu menjaga konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat hingga akhir 2026.

Baca Juga

Produksi Garam Kalianget Tembus 1.100 Ton Sehari tetapi Tenaga Panen Kian Langka

katafoto, Sumenep -  PT Garam (Persero) melalui Pegaraman I...

Tak Perlu Bolak-balik ke Kelurahan, SI JAGO Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan

katafoto, Jakarta - Warga Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu,...

Kurikulum Pencegahan LGBTQ Disiapkan, Guru Bakal Dibekali Buku Ajar Khusus

katafoto, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) tengah mematangkan kebijakan...

Cegah Balap Liar Akses JLNT Antasari Ditutup di 5 Titik

katafoto, Jakarta - Akses Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari,...

Bagaimana Jakarta Berubah Sejak 1965? Fauzi Bowo Rangkum dalam Buku Terbaru

katafoto, Tangerang Selatan - Perjalanan panjang pembangunan dan penataan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini