27.7 C
Jakarta
Senin, Agustus 24, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANOperasi Modifikasi Cuaca Kembali Digelar, Strategi Pemprov DKI Jakarta Hadapi Hujan Ekstrem

Operasi Modifikasi Cuaca Kembali Digelar, Strategi Pemprov DKI Jakarta Hadapi Hujan Ekstrem

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai Sabtu (1/2) hingga Kamis (6/2) sebagai langkah mitigasi terhadap potensi cuaca ekstrem. Keputusan ini diambil menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jakarta dalam beberapa hari ke depan.

Langkah Antisipasi untuk Kurangi Dampak Cuaca Ekstrem

Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Maruli Sijabat, mengungkapkan bahwa hujan deras yang melanda Jakarta pada Selasa (28/1) dan Rabu (29/1) telah menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, menginstruksikan jajarannya untuk mengambil langkah pencegahan guna meminimalisir dampak serupa.

“BMKG telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jakarta hingga 6 Februari mendatang. Karena itu, kami berupaya melakukan OMC untuk minimalisir risiko bencana,”ujar Maruli dikutip dalam laman berita jakarta pada Jumat (31/1).

Pelaksanaan OMC dan Keterlibatan Berbagai Pihak

Untuk pelaksanaan operasi kali ini, Bandara Halim Perdanakusuma akan dijadikan sebagai posko utama. Operasi ini dijadwalkan dimulai pada Sabtu (1/2) dan berlangsung setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

Kepala Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang, menjelaskan bahwa OMC akan melibatkan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta unsur TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang akan bertindak sebagai supervisi dalam pelaksanaan operasi.

Sebagai bagian dari strategi modifikasi cuaca, TNI AU akan mengerahkan pesawat Cessna untuk melakukan sortie penerbangan, yang akan ditentukan berdasarkan hasil pemantauan dan analisis BMKG.

Michael memastikan bahwa OMC tidak akan mengganggu penerbangan komersial maupun militer yang beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma. Kegiatan ini telah ditetapkan sebagai prioritas utama dalam aktivitas penerbangan di bandara tersebut selama periode operasi berlangsung.

Meski demikian, jumlah sortie penerbangan yang akan dilakukan dalam sehari masih belum dapat dipastikan, karena akan bergantung pada hasil pengamatan cuaca dan evaluasi dari BMKG.

“Kami akan terus berkoordinasi untuk memastikan efektivitas operasi ini dalam mengurangi dampak hujan ekstrem di Jakarta,” pungkas Michael.

Baca Juga

Jakarta Barat Mulai Perangi DBD dengan Wolbachia, Ribuan Orang Tua Asuh Disiapkan

Jakarta - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mulai menerapkan...

Ada Penerima MBG Belum Punya Rumah, BGN Gandeng Kementerian PKP Cari Solusi

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menemui...

Terkumpul Rp3,8 Miliar, ASN DKI Kompak Bantu Korban Gempa NTT

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, bantuan...

PGE Dapat Mandat Eksplorasi Cubadak Panti, Potensinya Bisa Terangi 40 Ribu Rumah

Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali...

Tak Sekadar Job Fair, Career Day 2026 Bekali 200 Talenta Muda Sebelum Rekrutmen

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Yayasan Plan International...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini