29.9 C
Jakarta
Sabtu, Mei 9, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALHasan Nasbi Ajukan Pengunduran Diri ke Presiden Prabowo

Hasan Nasbi Ajukan Pengunduran Diri ke Presiden Prabowo

Jakarta – Hasan Nasbi menyatakan secara resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO). Ia menyampaikan bahwa surat pengunduran dirinya telah diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet (Seskab) pada 21 April 2025.

“Surat itu sudah saya tanda tangani dan kirimkan lewat Mensesneg dan Seskab kepada Presiden Prabowo,” ujar Hasan dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @totalpolitikcom pada Selasa, 29 April 2025.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa Hasan telah mundur, namun kala itu ia membantahnya. Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya masih menjalankan tugas sebagaimana biasa.

“Saya masih berkantor dan menjalankan tugas seperti biasa,” kata Hasan saat menanggapi rumor tersebut pada Rabu, 16 April 2025, sebelum akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi.

Sementara Ketua DPP Partai Gerindra sekaligus juru bicara Presiden Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, angkat bicara terkait pengunduran diri Hasan Nasbi dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO).

Dikutip dalam laman berita satu, Dahnil menyatakan dirinya menghormati keputusan Hasan, meskipun mengaku tidak mengetahui alasan spesifik di balik langkah tersebut.
“Saya tidak tahu pasti pertimbangannya apa, tapi kami menghargai keputusan Mas Hasan,” kata Dahnil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/4)

Soal siapa yang akan menggantikan posisi Hasan, Dahnil mengatakan belum ada nama pasti. Namun ia menegaskan bahwa pengganti akan disesuaikan dengan kebutuhan komunikasi Presiden Prabowo.

“Yang jelas, yang dipilih akan menyesuaikan dengan arah komunikasi yang ingin dibangun Presiden. Presiden sendiri sedang mengevaluasi pola komunikasi publik,” ujarnya.

Dahnil juga menyinggung bahwa Presiden Prabowo sedang melakukan evaluasi internal terkait penyampaian pesan pemerintah kepada masyarakat. Dalam rapat kabinet sebelumnya, kata Dahnil, Presiden menekankan pentingnya komunikasi publik yang empatik dan tidak menimbulkan multitafsir.

“Presiden meminta agar semua pejabat menyampaikan pesan yang jelas, tidak multitafsir, dan penuh simpati serta empati kepada publik,” pungkasnya.

Baca Juga

Ribuan Sarjana Diterjunkan ke Wilayah 3T Bangun Ekonomi Daerah

Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyiapkan 1.458 Tim Ekspedisi...

Bedanya Token Listrik dan Kuota Internet Bikin PLN Indosat Adu Argumen

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang pleno...

Sampah Jadi Listrik, Pemprov DKI Gandeng Danantara Bangun PSEL

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Danantara...

Agar Tak Ganggu Pengguna Jalan, Konvoi Mobil Tertib Itu Begini

Konvoi kendaraan pribadi kerap dilakukan oleh komunitas otomotif saat...

Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua

Lampung - Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini