27.6 C
Jakarta
Senin, Mei 11, 2026
BerandaKATA BERITATekan Emisi Gas Buang, Kementerian ESDM Uji Coba Penerapaan B40 untuk Kereta...

Tekan Emisi Gas Buang, Kementerian ESDM Uji Coba Penerapaan B40 untuk Kereta Api

Yogyakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba penerapaan B40 untuk kereta api di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta menggunakan KA Bogowonto relasi Lempuyangan – Pasar Senen, pada Senin (22/7/2024)

B40 merupakan campuran solar 60% dan bahan bakar nabati dari kelapa sawit 40%, yang diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengurangi konsumsi solar dan emisi gas buang.

”KAI sangat mendukung kebijakan pemerintah melalui penggunaan bahan bakar B40 pada angkutan kereta api. Hal ini sejalan tujuan  KAI dalam memberikan layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” VP Public Relations KAI Anne Purba dikutip dari keterangan tertulis.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) kini menggunakan 300 juta liter bahan bakar B35 dengan performa mesin kereta api tetap berjalan tanpa masalah. Peralihan dari B35 ke B40 akan berlangsung mulus, mengingat spesifikasi kedua jenis bahan bakar tersebut hampir sama.

Tekan Emisi Gas Buang, Kementerian ESDM Uji Coba Penerapaan B40 untuk Kereta Api
Petugas memeriksa fasilitas blending B40 yang merupakan campuran 60% solar dan 40% bahan bakar nabati dari kelapa sawit di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. (katafoto/HO/PR PT.KAI)

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, uji kinerja terbatas ini bertujuan untuk menguji ketahanan genset KA Bogowonto selama 1.200 jam. Waktu perkiraan satu kali pulang-pergi (PP) KA Bogowonto dari Lempuyangan ke Pasar Senen 22 jam, diperkirakan akan membutuhkan 50 kali PP, atau sekitar 2 bulanan, untuk mencapai hasil tersebut.

“Kami berharap semua uji penggunaan bisa selesai Desember ini sehingga penggunaan B40 secara penuh bisa dilakukan tahun 2025,” ujar Eniya Listiani Dewi.

Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Mustafid Gunawan mengatakan, uji penggunaan pada KA dilakukan untuk bahan bakar mesin lokomotif dan mesin genset KA. Uji ini dilakukan pada satu kereta barang rute Jakarta – Surabaya, sedangkan uji genset dilakukan pada KA Bogowonto rute Lempuyangan – Pasar Senen.

Untuk melakukan uji penggunaan, KAI membangun fasilitas blending (pencampuran bahan bakar) dan pengisian bahan bakar di 5 lokasi yaitu Cipinang (Jakarta), Arjawinangun (Cirebon), Cepu (Blora), Lempuyangan (Yogyakarta), dan Pasar Turi (Surabaya).

Baca Juga

Warga Kini Bisa Buang Sampah Dapat Voucher Belanja, Begini Caranya

Jakarta - Nestlé Indonesia kembali mendukung pengelolaan sampah rumah...

Dana Nasabah Perbankan Naik Tajam, Simpanan di Atas Rp5 Miliar Melonjak

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan masyarakat...

Penjualan Properti Residensial Anjlok 25 Persen, BI Ungkap Penyebab Utamanya

Jakarta - Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial di...

Gigitan Ular Mematikan Masih Mengancam, tapi Serum Antibisa Masih Langka

Yogyakarta - Kasus gigitan ular berbisa masih menjadi ancaman...

Peduli Lingkungan, Umat Buddha Tuang Ribuan Liter Eco Enzyme ke Sungai Sunter

Jakarta - Umat Buddha menggelar aksi pelestarian lingkungan dengan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini