28.7 C
Jakarta
Sabtu, Februari 14, 2026
BerandaKATA BERITAPotensi Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberu Bukan Peringatan Dini 

Potensi Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberu Bukan Peringatan Dini 

Jakarta – Pembahasan potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut bukanlah hal baru, bahkan sejak sebelum terjadi Gempa dan Tsunami Aceh 2004. Munculnya pembahasan potensi gempa di zona megathrust saat ini bukanlah bentuk peringatan dini (warning) yang seolah-olah dalam waktu dekat akan segera terjadi gempa besar.

Zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut sebuah potensi yang diduga oleh para ahli sebagai zona kekosongan gempa besar (seismic gap) yang sudah berlangsung selama ratusan tahun. Seismic gap ini harus diwaspadai karena dapat melepaskan energi gempa signifikan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan munculnya kembali pembahasan potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, sebenarnya tidak ada kaitannya dengan peristiwa gempa kuat M7,1 yang berpusat di Tunjaman Nankai dan mengguncang Prefektur Miyazaki Jepang.

Potensi Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberu Bukan Peringatan Dini 
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan munculnya kembali pembahasan potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, tidak ada kaitannya dengan peristiwa gempa kuat M7,1 di Tunjaman Nankai dan mengguncang Prefektur Miyazaki Jepang. (katafoto/HO/BMKG)

Gempa yang memicu tsunami kecil pada 8 Agustus 2024 beberapa hari lalu mampu menciptakan kekhawatiran bagi para ilmuwan, pejabat negara dan publik di Jepang akan potensi terjadinya gempa dahsyat di Megathrust Nankai. Peristiwa ini merupakan momen yang tepat untuk mengingatkan kita di Indonesia akan potensi gempa di zona seismic gap Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.

Sejarah mencatat, gempa besar terakhir di Tunjaman Nankai terjadi pada 1946 (usia seismic gap 78 tahun), sedangkan gempa besar terakhir di Selat Sunda terjadi pada 1757 (usia seismic gap 267 tahun) dan gempa besar terakhir di Mentawai-Siberut terjadi pada 1797 (usia seismic gap 227 tahun). Artinya kedua seismic gap kita periodisitasnya jauh lebih lama jika dibandingkan dengan seismic gap Nankai, sehingga mestinya kita jauh Lebih serius dalam menyiapkan upaya-upaya mitigasinya.

“Terkait rilis gempa di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut “tinggal menunggu waktu” yang kami sampaikan sebelumnya, hal ini dikarenakan kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar, tetapi bukan berarti segera akan terjadi gempa dalam waktu dekat. Dikatakan “tinggal menunggu waktu” disebabkan karena segmen-segmen sumber gempa di sekitarnya sudah rilis gempa besar semua, sementara Selat Sunda dan Mentawai-Siberut hingga saat ini belum terjadi,” ungkap Daryono dikutip dari laman resmi bmkg.

Hingga saat ini belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat dan akurat mampu memprediksi terjadinya gempa (kapan, dimana, dan berapa kekuatannya), sehingga tidak tahu kapan gempa akan terjadi, sekalipun tahu potensinya.

“Sekali lagi, informasi potensi gempa megathrust yang berkembang saat ini sama sekali bukanlah prediksi atau peringatan dini, sehingga jangan dimaknai secara keliru, seolah akan terjadi dalam waktu dekat,” imbuh Daryono

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas normal seperti biasa, seperti melaut, berdagang, dan berwisata di pantai. BMKG selalu siap memberikan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami dengan cepat dan akurat.

Baca Juga

16 Tanggul Rusak Ancam Warga, Pemkab Bekasi Ajukan Skema Pembiayaan Bersama

Subang - Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajukan permohonan dukungan kepada...

HPN 2026, Cak Imin Tegaskan Jurnalisme Tak Boleh Kalah oleh Algoritma

Serang - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia,...

Sampah Kota Bakal Jadi Listrik, Lima Perusahaan Tiongkok Lolos Jadi Peserta Tender WtE

Jakarta - Proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi...

Pemprov DKI Kantongi 3.922 Sertifikat Aset, Nilainya Tembus Rp102 Triliun

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima sebanyak...

IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Peserta Rp10,7 Triliun

Jakarta - Sepanjang 2025, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini