24.3 C
Jakarta
Minggu, Juli 26, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALBPOM Tarik Latiao dari Tiongkok Akibat Kasus Keracunan Pangan

BPOM Tarik Latiao dari Tiongkok Akibat Kasus Keracunan Pangan

Jakarta – BPOM resmi mengumumkan penarikan produk pangan olahan impor, latiao, asal Tiongkok yang diduga menjadi penyebab keracunan pangan (KLB KP) di tujuh wilayah di Indonesia, yaitu Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Pamekasan, dan Riau. Uji laboratorium mengonfirmasi bahwa latiao tercemar bakteri Bacillus cereus.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya melindungi masyarakat. BPOM berkomitmen penuh memastikan keamanan setiap produk makanan yang beredar.

BPOM Tarik Latiao dari Tiongkok Akibat Kasus Keracunan Pangan
Kepala BPOM, Taruna Ikrar memberi keterangan pers tentang penarikan produk pangan olahan impor, latiao, asal Tiongkok yang tercemar bakteri Bacillus cereus di Kantor BPOM, Jakarta, Jumat (1/11/2024) (katafoto/HO/Humas BPOM)

“Kami prioritaskan perlindungan masyarakat,” ujar Kepala BPOM dalam konferensi pers di Kantor BPOM, Jakarta, Jumat (1/11)

Uji laboratorium BPOM mendeteksi empat jenis produk latiao positif mengandung bakteri berbahaya yang menimbulkan gejala keracunan seperti sakit perut, pusing, mual, dan muntah. Empat produk tersebut adalah Luvmi Hot Spicy Latiao, C&J Candy Joy Latiao, KK Boy Latiao, dan Lianggui Latiao. BPOM mencatat ada 73 jenis produk latiao yang terdaftar.

“Jadi, lebih baik produk ini tidak dikonsumsi dulu, buang saja daripada terkena dampak kesehatan. Dari temuan kami terhadap empat produk ini, mungkin bisa berkembang,”imbuh Taruna.

BPOM menemukan ketidakpatuhan terhadap ketentuan cara peredaran pangan olahan yang baik (CPerPOB) di gudang importir dan distributor. BPOM juga memerintahkan importir segera menarik latiao dari peredaran dan menangguhkan sementara registrasi dan importasi produk latiao sebagai tindakan kehati-hatian hingga proses pemeriksaan dan pengujian selesai.

BPOM Tarik Latiao dari Tiongkok Akibat Kasus Keracunan Pangan
Kepala BPOM, Taruna Ikrar memberi keterangan pers tentang penarikan produk pangan olahan impor, latiao, asal Tiongkok yang tercemar bakteri Bacillus cereus di Kantor BPOM, Jakarta, Jumat (1/11/2024) (katafoto/HO/Humas BPOM)

“Kami juga menginstruksikan pemusnahan produk yang diduga memicu KLB KP, dan prosesnya harus dilaporkan ke BPOM. Bersama pihak terkait kami bertindak cepat di masing-masing wilayah melalui pengambilan sampel dan pengujian laboratorium,” ungkap Taruna.

Latiao adalah produk pangan olahan berbahan dasar tepung dengan tekstur kenyal dan rasa pedas gurih yang cukup diminati konsumen. BPOM mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia, untuk menghindari produk pangan olahan pedas menyengat.

Baca Juga

Juru Bicara IKN Troy Pantouw Tutup Usia di Rusun ASN, Ini Kronologi Lengkapnya

Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Harold...

Indonesia Bisa Untung dari Persaingan AS-Tiongkok, Sektor Ini Jadi Kuncinya

Jakarta - Persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok...

Festival Jakarta Great Sale 2026 Berakhir, Transaksi Tembus Rp16,8 Triliun

Jakarta - Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 resmi...

Jangan Tunggu Gundul, Ini 3 Tanda Ban Motor Wajib Diganti Secepatnya

Banyak pengendara motor lebih fokus merawat mesin atau sistem...

Bluebird Ubah Perjalanan Pelanggan Menjadi Gerakan Pelestarian Lingkungan

Bogor – Bluebird Group terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini