34.1 C
Jakarta
Sabtu, Maret 14, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALMendikdasmen Dorong Guru Perkuat Mental Siswa untuk Cegah Stres dan Bunuh Diri

Mendikdasmen Dorong Guru Perkuat Mental Siswa untuk Cegah Stres dan Bunuh Diri

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meminta para guru untuk memperluas fokus mereka, tidak hanya pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pada perhatian terhadap kondisi mental dan kesejahteraan peserta didik. Hal ini disampaikan dalam rangka upaya menekan angka stres dan kasus bunuh diri pada remaja.

Mu’ti menjelaskan bahwa kebijakan baru yang disusun Kementerian Pendidikan mewajibkan guru untuk tidak hanya mengajar sesuai bidang studi, tetapi juga memberikan layanan bimbingan dan konseling. Peran ini tidak lagi hanya terbatas pada guru bimbingan dan konseling (BK).

“Selama ini, banyak masalah peserta didik yang terabaikan karena berbagai faktor, seperti kesibukan guru. Dengan kebijakan baru ini, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga memberikan layanan bimbingan kepada siswa,” ujar Abdul Mu’ti dalam Pertemuan Mendikdasmen dengan Organisasi Penyelenggara Pendidikan di Jakarta Selatan, Senin (18/11) seperti dikutip dari laman antaranews.

Mu’ti juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang memperkuat pendidikan karakter di setiap satuan pendidikan. Langkah ini dilakukan melalui pelatihan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling.

“Dengan peningkatan kapasitas guru ini, masalah akademis, psikologis, hingga mental siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab guru BK. Peran guru kelas sebagai pembimbing diharapkan dapat membuka ruang yang lebih besar bagi siswa untuk menceritakan masalah mereka,” imbuhnya

Mu’ti menegaskan bahwa layanan konseling akan melibatkan semua guru, tidak hanya untuk menangani masalah akademik tetapi juga terkait kesehatan mental dan psikologis siswa. Hal ini dinilai krusial dalam membangun keterbukaan siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan mental.

Dalam laporan terbaru, Komunitas Pencegahan Bunuh Diri Into The Light Indonesia mencatat adanya 826 kasus bunuh diri sepanjang 2024. Konselor Satgas Pencegahan Primer Into The Light, Rizky Iskandar Sopian, menyebut angka ini sebagai “fenomena gunung es,” di mana jumlah kasus sebenarnya bisa jauh lebih besar.

Sebagian besar kasus bunuh diri ini terjadi pada usia pelajar. Faktor utama penyebabnya termasuk tekanan akademik, perundungan (bullying), dan minimnya dukungan mental.

“Data ini menunjukkan pentingnya layanan dukungan psikologis di lingkungan sekolah. Kami berharap langkah Kementerian Pendidikan dalam melibatkan semua guru dapat membantu menurunkan angka ini,” ujar Rizky.

Melalui kebijakan yang lebih inklusif, diharapkan peran guru dalam mendukung kesehatan mental siswa dapat semakin diperkuat, sehingga menciptakan generasi muda yang lebih tangguh secara emosional dan psikologis.

Baca Juga

UMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital

Jakarta - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menegaskan...

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Jepang Kembangkan Teknologi Stabilitas Tanah

Jakarta - Perbedaan kontur tanah di berbagai wilayah Indonesia...

Skrining Kesehatan Temukan Hampir 10 Persen Anak Indonesia Terdeteksi Masalah Kesehatan Mental

Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026...

Persiapan Mudik Meningkat, AstraPay Catat Lonjakan Transaksi QRIS di Bengkel

Jakarta - Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas masyarakat dalam...

Pemudik Motor Wajib Tahu, Dishub Batang Buka Rest Area Gratis 24 Jam

Batang - Dinas Perhubungan Kabupaten Batang menyiapkan fasilitas rest...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini