27.8 C
Jakarta
Selasa, September 15, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALMendikdasmen Dorong Guru Perkuat Mental Siswa untuk Cegah Stres dan Bunuh Diri

Mendikdasmen Dorong Guru Perkuat Mental Siswa untuk Cegah Stres dan Bunuh Diri

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meminta para guru untuk memperluas fokus mereka, tidak hanya pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pada perhatian terhadap kondisi mental dan kesejahteraan peserta didik. Hal ini disampaikan dalam rangka upaya menekan angka stres dan kasus bunuh diri pada remaja.

Mu’ti menjelaskan bahwa kebijakan baru yang disusun Kementerian Pendidikan mewajibkan guru untuk tidak hanya mengajar sesuai bidang studi, tetapi juga memberikan layanan bimbingan dan konseling. Peran ini tidak lagi hanya terbatas pada guru bimbingan dan konseling (BK).

“Selama ini, banyak masalah peserta didik yang terabaikan karena berbagai faktor, seperti kesibukan guru. Dengan kebijakan baru ini, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga memberikan layanan bimbingan kepada siswa,” ujar Abdul Mu’ti dalam Pertemuan Mendikdasmen dengan Organisasi Penyelenggara Pendidikan di Jakarta Selatan, Senin (18/11) seperti dikutip dari laman antaranews.

Mu’ti juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang memperkuat pendidikan karakter di setiap satuan pendidikan. Langkah ini dilakukan melalui pelatihan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling.

“Dengan peningkatan kapasitas guru ini, masalah akademis, psikologis, hingga mental siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab guru BK. Peran guru kelas sebagai pembimbing diharapkan dapat membuka ruang yang lebih besar bagi siswa untuk menceritakan masalah mereka,” imbuhnya

Mu’ti menegaskan bahwa layanan konseling akan melibatkan semua guru, tidak hanya untuk menangani masalah akademik tetapi juga terkait kesehatan mental dan psikologis siswa. Hal ini dinilai krusial dalam membangun keterbukaan siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan mental.

Dalam laporan terbaru, Komunitas Pencegahan Bunuh Diri Into The Light Indonesia mencatat adanya 826 kasus bunuh diri sepanjang 2024. Konselor Satgas Pencegahan Primer Into The Light, Rizky Iskandar Sopian, menyebut angka ini sebagai “fenomena gunung es,” di mana jumlah kasus sebenarnya bisa jauh lebih besar.

Sebagian besar kasus bunuh diri ini terjadi pada usia pelajar. Faktor utama penyebabnya termasuk tekanan akademik, perundungan (bullying), dan minimnya dukungan mental.

“Data ini menunjukkan pentingnya layanan dukungan psikologis di lingkungan sekolah. Kami berharap langkah Kementerian Pendidikan dalam melibatkan semua guru dapat membantu menurunkan angka ini,” ujar Rizky.

Melalui kebijakan yang lebih inklusif, diharapkan peran guru dalam mendukung kesehatan mental siswa dapat semakin diperkuat, sehingga menciptakan generasi muda yang lebih tangguh secara emosional dan psikologis.

Baca Juga

Mafia Haji dan Umrah Dibidik, Kemenhaj Buka Kanal Pengaduan untuk Masyarakat

katafoto, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperluas...

Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian Hari Kedua

Banten - Operasi pencarian rombongan speedboat yang hilang kontak...

Balita dan Anak Banyak Terdampak, Kasus ISPA Riau Tembus 10.783 Kasus

Riau - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 10.783...

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memperbarui data penerima...

Siapa Suahasil Nazara? Ekonom UI yang Dipercaya Prabowo Jadi Menteri Keuangan

katafoto, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Suahasil...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini