27.5 C
Jakarta
Senin, Juni 15, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALPrecision Stunting Policy: Strategi Baru untuk Percepatan Penurunan Stunting

Precision Stunting Policy: Strategi Baru untuk Percepatan Penurunan Stunting

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya pendekatan presisi dan kolaborasi lintas sektor dalam menangani stunting di Indonesia. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara kunci di Forum Data Keluarga Nasional yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Auditorium BKKBN, Jakarta Timur, pada Jumat (29/11)

Menurut Pratikno, data menjadi fondasi utama dalam membangun kebijakan yang akurat dan tepat sasaran. Ia menyebutkan bahwa pemetaan masalah dan intervensi berbasis data yang ia sebut sebagai precision stunting policy dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif.

“Data adalah kunci. Namun, pengolahan data—baik data masalah maupun data intervensi adalah inti dari kebijakan presisi,” ujar Pratikno.

Pratikno membandingkan pendekatan presisi ini dengan konsep precision medicine dan precision nutrition yang digunakan di dunia kedokteran. Menurutnya, setiap individu memiliki kebutuhan berbeda, sehingga kebijakan atau intervensi harus disesuaikan berdasarkan data yang lengkap dan terintegrasi.

Selain data, Pratikno menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai elemen kunci dalam mengimplementasikan kebijakan presisi. Ia menyatakan bahwa Kemenko PMK membutuhkan dukungan dari berbagai kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan koordinasi yang efektif.

“Kolaborasi adalah kunci. Dengan data yang kuat, kita bisa mendorong semua pihak untuk bekerja bersama secara terarah,” tegasnya.

Pratikno mengapresiasi langkah BKKBN yang telah mengumpulkan data keluarga secara menyeluruh hingga ke pelosok negeri. Data ini menjadi landasan penting dalam memetakan kondisi keluarga di Indonesia, termasuk mengidentifikasi keluarga yang rentan terkena stunting.

“Saya senang melihat dashboard berbasis data yang telah dikembangkan BKKBN. Ini adalah langkah besar menuju kebijakan berbasis bukti yang presisi,” tambahnya.

Forum Data Keluarga Nasional yang diinisiasi oleh BKKBN ini menjadi bagian dari upaya memperkuat data berbasis keluarga untuk mendukung program prioritas nasional, terutama percepatan penurunan stunting. Melalui pendekatan presisi dan kolaborasi, Pratikno optimistis target penurunan stunting dapat tercapai dengan lebih efektif.

Baca Juga

Belanja Makin Seru, Festival Jakarta Great Sale Targetkan Transaksi Rp16 Triliun

Jakarta - Ajang pesta diskon tahunan Festival Jakarta Great...

Liburan Sekolah Makin Hemat, KAI Tebar Diskon 30 Persen untuk Kereta Ekonomi

Masa liburan sekolah menjadi periode yang identik dengan meningkatnya...

Penderita Asam Lambung Wajib Tahu, Makanan dan Minuman Ini Bisa Picu GERD

Jakarta - Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease...

Program Makan Gratis Masuk Wilayah 3T, BGN Andalkan Kantin dan Dapur CSR

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sejumlah skema...

BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang dari Biasanya

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini