24.3 C
Jakarta
Minggu, Juli 26, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSKesenjangan Gender Mencolok di ChatGPT: 84,5 Persen Pengguna adalah Laki-Laki

Kesenjangan Gender Mencolok di ChatGPT: 84,5 Persen Pengguna adalah Laki-Laki

Gelembung kecerdasan buatan (AI) tampaknya belum pecah, setidaknya dalam hal pengeluaran konsumen untuk aplikasi berbasis AI. Dipimpin oleh ChatGPT milik OpenAI, total pengeluaran untuk aplikasi AI mencapai $1,42 miliar pada tahun 2024, menurut firma analisis aplikasi Appfigures. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 274 persen dibandingkan tahun 2023, ketika aplikasi ini pertama kali diluncurkan pada Mei tahun itu.

Di tengah ribuan aplikasi pesaing, beberapa di antaranya menggunakan teknologi OpenAI ChatGPT tetap mendominasi pasar dengan pendapatan yang secara konsisten melebihi gabungan pendapatan aplikasi asisten AI teratas lainnya. Keberhasilan ini juga menguntungkan Apple dan Google, yang mengambil sekitar 30 persen dari pendapatan pembelian dalam aplikasi. Secara keseluruhan, pasar aplikasi AI seluler diperkirakan bernilai $2 miliar.

Dominasi Pengguna Laki-Laki dan Usia Muda

Hingga saat ini, ChatGPT telah diunduh sebanyak 353 juta kali. Namun, demografi penggunanya tidak merata. Lebih dari separuh pengguna seluler ChatGPT berusia di bawah 25 tahun, menunjukkan bahwa generasi muda mungkin lebih terbuka untuk mencoba teknologi baru. Alasan lainnya bisa jadi karena mereka mencari bantuan dalam mengerjakan tugas sekolah. Menurut Pew Research Center, sekitar 25 persen remaja di AS telah menggunakan ChatGPT untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, angka yang meningkat dua kali lipat dari tahun 2023.

Sementara itu, kelompok usia 50-64 tahun menempati posisi kedua sebagai pengguna terbesar, dengan persentase sebesar 20,2 persen.

Kesenjangan Gender yang Signifikan

Mengutip dari laman techcrunch, kesenjangan gender di antara pengguna ChatGPT terlihat lebih mencolok. Data dari Appfigures menunjukkan bahwa 84,5 persen pengguna ChatGPT adalah laki-laki. Meskipun perempuan memegang peran penting dalam industri AI, beberapa laporan menunjukkan bahwa mereka cenderung lebih skeptis terhadap teknologi ini.

Sebuah survei Pew Research Center pada 2022 mengungkapkan bahwa perempuan lebih enggan mengadopsi AI dibandingkan laki-laki. Jajak pendapat oleh Axios juga menemukan bahwa 53 persen perempuan yang disurvei tidak akan mengizinkan anak-anak mereka menggunakan AI, sementara hanya 26 persen laki-laki yang memiliki pandangan serupa. Selain itu, laporan McKinsey menyebutkan bahwa perempuan lebih rentan kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi, yang mungkin menjadi alasan di balik resistensi mereka terhadap AI.

Faktor lain yang mungkin memengaruhi adalah kerentanan perempuan terhadap dampak negatif teknologi AI, seperti penyalahgunaan deepfake yang bersifat eksplisit. Hal ini dapat mengurangi antusiasme mereka terhadap adopsi massal produk AI konsumen.

Meskipun ChatGPT mendominasi pasar aplikasi AI, munculnya pesaing seperti DeepSeek — alternatif sumber terbuka yang gratis — dapat menjadi tantangan tersendiri. DeepSeek sempat menggeser ChatGPT sebagai aplikasi teratas di App Store, meskipun mempertahankan popularitasnya di tengah persaingan yang ketat bisa menjadi tantangan besar bagi aplikasi asal Tiongkok ini.

Dengan dominasi ChatGPT yang masih kuat, namun dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat, masa depan aplikasi AI konsumen akan sangat bergantung pada inovasi dan kemampuan mereka memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam.

Baca Juga

ATR/BPN Kebut Sertifikasi 1,1 Juta Rumah MBR, Ini Skema yang Disiapkan

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Jangan Tunggu Gundul, Ini 3 Tanda Ban Motor Wajib Diganti Secepatnya

Banyak pengendara motor lebih fokus merawat mesin atau sistem...

BAKTI Kerahkan Kapal Khusus Perbaiki Kabel Laut Palapa Ring Tengah

Jakarta - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian...

Bluebird Ubah Perjalanan Pelanggan Menjadi Gerakan Pelestarian Lingkungan

Bogor – Bluebird Group terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan...

Pemerintah Bangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi di 37 lokasi

Jakarta - Pemerintah mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini