27.6 C
Jakarta
Senin, Juli 13, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSMahasiswa Papua Ciptakan AI Polinef dengan Keterbatasan Perangkat

Mahasiswa Papua Ciptakan AI Polinef dengan Keterbatasan Perangkat

Paulus Rosario Hegemur, mahasiswa D-3 Manajemen Informatika Politeknik Negeri Fakfak, Papua Barat, menjadi sorotan setelah berhasil menciptakan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara mandiri. Inovasi AI yang diberi nama Polinef ini dirancang untuk menjawab pertanyaan dan membantu proses pemrograman, mirip seperti ChatGPT.

Kepada Beritasatu.com, Paulus mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap AI muncul dari kekagumannya pada sistem chatbot pintar, salah satunya ChatGPT. Rasa penasaran itu kemudian membawanya mempelajari teknologi AI secara otodidak.

“Saya belajar dari berbagai artikel, jurnal, dan sumber lainnya. Semua saya pelajari sendiri, ditambah dengan bekal ilmu dari sekolah dan kuliah,” ujarnya saat ditemui di kampus Politeknik Negeri Fakfak, Jumat (4/7).

Meski menghadapi keterbatasan perangkat, mahasiswa asal Papua Barat ini tak menyerah. Ia mengaku laptop yang digunakan tidak mendukung secara maksimal, namun tetap berupaya menyelesaikan tiga versi Polinef—mulai dari versi 1.0 hingga 3.0—dalam waktu enam bulan.

Mahasiswa Papua Ciptakan AI Polinef dengan Keterbatasan Perangkat
Paulus Rosario Hegemur, mahasiswa D3 Manajemen Informatika Politeknik Negeri Fakfak Papua Barat berhasil mengembangkan teknologi artificial intelligence (AI) bernama Polinef. (katafoto/HO/Maria Gabrielle Putrinda)

“Kendalanya memang ada di perangkat, karena spesifikasinya terbatas. Tapi saya tetap lanjutkan. Polinef bisa digunakan untuk tanya jawab dan pemrograman,” jelas Paulus.

Saat ini, Paulus masih terus menyempurnakan Polinef agar semakin canggih dan bermanfaat, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan akses terhadap teknologi cerdas.

“Saya masih ingin kembangkan lebih jauh. Harapan saya, Polinef bisa memberi manfaat luas, khususnya untuk siswa dan mahasiswa di Indonesia,” ujarnya penuh semangat.

Salah satu dosen Program Studi Manajemen Informatika, Bata Biru Saputri, mengaku bangga dengan dedikasi Paulus. Menurutnya, Paulus adalah sosok mahasiswa tangguh dan penuh semangat belajar.

“Dia bukan hanya rajin, tapi juga tekun dan kreatif. Di tengah keterbatasannya, ia mampu berpikir inovatif dan menghasilkan sesuatu yang berguna. Kami sangat bangga memiliki mahasiswa seperti Paulus,” katanya.

Teman-teman sekelasnya pun turut mengapresiasi semangat belajar Paulus. Meski dikenal pendiam, ia selalu siap membantu teman yang kesulitan memahami materi. Di luar jam kuliah, ia kerap mengajak diskusi tentang pemrograman dan kecerdasan buatan, menunjukkan dedikasi dan kepeduliannya terhadap kemajuan bersama.

Baca Juga

Jawa Barat, Banten, dan Jatim Penyumbang PHK Tertinggi, Indef Beberkan Penyebabnya

Jakarta - Peneliti Senior sekaligus Direktur Eksekutif Indef, Tauhid...

DJP Mulai Kirim Email ke Wajib Pajak Penunggak, Jangan Abaikan

Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mulai...

Tony Blair Sebut Indonesia Jadi Incaran Investor Global, Danantara Jadi Pintu Masuk

Jakarta - Kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair,...

Pemprov DKI Hadirkan Mobil Klinik Hewan Keliling

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau operasional...

in-Lite Hadirkan 5 Zona Cahaya Unik yang Ubah Cara Orang Melihat Ruang

Tangerang - in-Lite LED kembali ambil bagian dalam pameran...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini