29.7 C
Jakarta
Sabtu, Agustus 8, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALPemerintah Genjot Tuntaskan Buta Aksara Lewat Program Literasi Digital

Pemerintah Genjot Tuntaskan Buta Aksara Lewat Program Literasi Digital

Jakarta – Penuntasan buta aksara masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan pendidikan nasional. Pemerintah pun menegaskan komitmennya dengan menghadirkan berbagai strategi kolaboratif yang melibatkan sekolah formal, lembaga pendidikan nonformal, komunitas literasi, hingga dunia usaha.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Diksi PKPLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa angka buta aksara terus menurun dalam lima tahun terakhir.

“Pada 2020, persentase buta aksara penduduk usia 15—59 tahun masih 1,71 persen. Angka ini berhasil ditekan menjadi 0,92 persen pada 2024,” ujar Tatang saat membuka Lokakarya Pendidikan Nonformal dan Informal serta Soft Launching Hari Aksara Internasional (HAI) 2025 di Serpong, Tangerang Selatan, Senin (8/9).

Menurut Tatang, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, satuan pendidikan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), hingga para pegiat literasi di daerah. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan buta aksara dan literasi masih memerlukan intervensi yang lebih sistematis dan terintegrasi.

“Indonesia bebas buta aksara hanya bisa terwujud jika seluruh pihak bergerak bersama. Masyarakat harus diajak untuk melek baca sekaligus memahami pentingnya literasi,” tegasnya.

Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), Baharudin, menambahkan bahwa tahun ini pihaknya telah menyiapkan sejumlah program intervensi. Beberapa di antaranya adalah Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Keaksaraan 2025, BOP Pemberdayaan Remaja dan Perempuan Dewasa 2025, dukungan bagi relawan literasi, serta revitalisasi SPNF dan digitalisasi pembelajaran.

“Program ini bukan hanya memperkuat literasi dasar, tetapi juga membekali warga belajar dengan keterampilan hidup praktis. Kami mendorong keterlibatan mitra, relawan, komunitas literasi, dan dunia usaha agar manfaat program bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelas Baharudin.

Baca Juga

Snackpacking Bikin Pasar Tradisional Kembali Diburu Wisatawan Gen Z

Jakarta - Tren berwisata terus mengalami perubahan seiring bergesernya...

KPK Perketat Aturan, Dewas Perberat Hukuman bagi Pelanggar Kode Etik

Jakarta - Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

BGN Copot 137 Kepala SPPG, Zero Tolerance untuk Keracunan dan Korupsi

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas...

Jepang Bebaskan Tarif Impor Tuna Indonesia, Peluang Ekspor Makin Besar

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan produk...

Pacu Bithek Lumajang Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Lumajang

Lumajang - Suara tepuk tangan menggema di tepian Ranu...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini