26.8 C
Jakarta
Senin, Mei 25, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHRekayasa Cuaca di Jawa Tengah Berhasil Tekan Hujan 70 Persen, Warga Tetap...

Rekayasa Cuaca di Jawa Tengah Berhasil Tekan Hujan 70 Persen, Warga Tetap Siaga

Semarang – Upaya modifikasi cuaca yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di langit Jawa Tengah berhasil menurunkan intensitas hujan hingga 70 persen. Namun, masyarakat diimbau tetap siaga karena puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2025.

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa hingga awal November ini, pihaknya telah melakukan 48 sortie penerbangan untuk menyemai garam (NaCl) di langit wilayah Pantura Jawa Tengah. Setiap penerbangan membawa sekitar 1 ton garam, dengan total 48 ton yang telah digunakan untuk mengendalikan pembentukan awan hujan.

“Secara persentase, curah hujan berhasil ditekan hingga 70 persen. Intervensi difokuskan di wilayah yang masih tergenang dan di daerah hulu sungai yang mengarah ke Pantura,” ujar Agus dikutip dari laman jatengprov, Senin (3/11).

Menurutnya, curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir sudah melampaui kondisi normal. Tanpa rekayasa cuaca, potensi banjir di Semarang, Demak, dan sekitarnya bisa semakin parah.

Agus menambahkan, modifikasi cuaca seharusnya tidak perlu dilakukan jika infrastruktur pengendalian banjir berfungsi optimal. Sistem drainase, pompanisasi ke laut, dan kolam retensi yang baik dapat membantu menyalurkan air hujan tanpa perlu intervensi tambahan.

“Awan yang berpotensi menurunkan hujan di daratan sebisa mungkin kami alihkan ke wilayah perairan. Tujuannya agar curah hujan tidak memperparah genangan,” jelasnya.

Meski demikian, Agus menegaskan bahwa keberhasilan modifikasi cuaca bukan satu-satunya solusi dalam pengendalian banjir. Kolaborasi antarinstansi dan kesiapsiagaan masyarakat tetap dibutuhkan untuk mencegah bencana yang lebih besar.

Sementara itu, Supervisi Operasional Modifikasi Cuaca Posko Jawa Tengah BMKG Pusat, Fikri Nur Muhammad, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi puncak musim hujan.

“Kita sudah memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan. Waspadai potensi hujan deras di bulan November hingga Desember yang diperkirakan cukup signifikan,” ujar Fikri.

Baca Juga

BYD Rekrut Eks Insinyur Nissan untuk Garap K-Car Listrik Racco

BYD dikabarkan siap meluncurkan mobil listrik mungil berjenis K-Car...

Wajib Tahu! Ini Tahapan Balik Nama Sertifikat Hibah dari Orang Tua ke Anak

Jakarta - Proses pengalihan hak tanah dari orang tua...

Microsoft hingga Amazon Serbu Indonesia, Ekonomi AI Diprediksi Melejit

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong investasi...

Mudah Banget! Kurban Iduladha Kini Bisa dari HP Lewat Pospay

Jakarta - Menunaikan ibadah kurban kini semakin mudah berkat...

Mulai 2030 Setop TPA Baru, Pemerintah Siapkan Revolusi Pengelolaan Sampah

Jakarta - Pemerintah menyiapkan langkah besar dalam reformasi pengelolaan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini