27.7 C
Jakarta
Rabu, Oktober 28, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANMengejutkan, 2 Juta Anak di Indonesia Belum Pernah Imunisasi

Mengejutkan, 2 Juta Anak di Indonesia Belum Pernah Imunisasi

Jakarta – Rendahnya cakupan imunisasi dinilai berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular, terlebih masih tingginya jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap atau zero dose.

Ketua Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi, menegaskan bahwa imunisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan sepanjang hidup, mulai dari bayi hingga usia lanjut, sebagai perlindungan terhadap berbagai penyakit menular.

“Imunisasi bukan hanya untuk bayi atau balita. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tetap membutuhkan imunisasi untuk menjaga dan memperkuat kekebalan tubuh,” ujarnya dalam Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Sedunia bertajuk “Imunisasi Kuat, Generasi Selamat” di Jakarta, Kamis (23/4).

Ia menjelaskan, sejumlah kasus penularan penyakit seperti campak pada tenaga kesehatan yang merawat pasien anak menjadi bukti bahwa imunisasi yang tidak lengkap atau tidak diperbarui meningkatkan risiko infeksi.

“Kasus tenaga kesehatan yang terpapar campak menunjukkan pentingnya imunisasi ulangan atau booster. Begitu juga dengan flu, yang sering dianggap ringan, padahal dapat dicegah melalui imunisasi yang dianjurkan setiap tahun,” tambah dr. Hartono Gunardi dikutip dari laman infopublik. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dengan adanya lebih dari 2 juta anak yang masuk kategori zero dose, yakni belum pernah menerima imunisasi sama sekali, termasuk vaksin dasar Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DTP) dosis pertama.

Kondisi ini dinilai berbahaya karena membuka peluang penyebaran penyakit secara cepat, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah. “Zero dose children adalah kelompok anak yang sama sekali belum memiliki perlindungan imunisasi. Ini sangat rentan. Artinya, kita hidup berdampingan dengan potensi KLB,” jelasnya.

Hartono menambahkan, pada kelompok masyarakat dengan cakupan imunisasi rendah, satu kasus infeksi saja dapat dengan cepat menyebar dan memicu wabah.

“Ketika ada satu anak terinfeksi, meskipun belum menunjukkan gejala, ia tetap dapat menularkan penyakit ke banyak anak lain yang belum diimunisasi. Kondisi ini dapat memicu KLB. Ibaratnya seperti bermain api, percikan kecil saja bisa memicu kebakaran besar,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi lengkap dan berkelanjutan sebagai upaya perlindungan diri sekaligus mencegah terjadinya KLB.

“Imunisasi sepanjang hayat adalah investasi kesehatan. Ini bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membangun perlindungan kolektif bagi masyarakat,” pungkas dr. Hartono Gunardi.

Baca Juga

Kebutuhan Beras Capai 2,5 Juta Ton per Bulan, Mentan Amran Optimistis Stok Tetap Terjaga

katafoto, Jakarta - Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional mencukupi...

Strategi Jitu Hadapi Harbolnas agar Keuntungan Bisnis Tetap Sehat

katafoto, Jakarta - Festival belanja daring seperti 10.10, 11.11,...

Pemerintah Gelontorkan Rp1,24 triliun untuk Karhutla, Ini Daftar Provinsi Penerima Bantuan

katafoto, Jakarta - Pemerintah menambah anggaran penanganan kebakaran hutan...

Ingin Kulit Sehat dan Glowing? Jangan Abaikan Kebiasaan Sebelum Tidur Ini

katafoto, Jakarta - Kulit sehat dan tampak segar tidak...

Pramono Sebut Ekonomi Kreatif Sumbang Rp410 Triliun bagi Jakarta

katafoto, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini