27.3 C
Jakarta
Rabu, Juli 29, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANMengejutkan, 2 Juta Anak di Indonesia Belum Pernah Imunisasi

Mengejutkan, 2 Juta Anak di Indonesia Belum Pernah Imunisasi

Jakarta – Rendahnya cakupan imunisasi dinilai berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular, terlebih masih tingginya jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap atau zero dose.

Ketua Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi, menegaskan bahwa imunisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan sepanjang hidup, mulai dari bayi hingga usia lanjut, sebagai perlindungan terhadap berbagai penyakit menular.

“Imunisasi bukan hanya untuk bayi atau balita. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tetap membutuhkan imunisasi untuk menjaga dan memperkuat kekebalan tubuh,” ujarnya dalam Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Sedunia bertajuk “Imunisasi Kuat, Generasi Selamat” di Jakarta, Kamis (23/4).

Ia menjelaskan, sejumlah kasus penularan penyakit seperti campak pada tenaga kesehatan yang merawat pasien anak menjadi bukti bahwa imunisasi yang tidak lengkap atau tidak diperbarui meningkatkan risiko infeksi.

“Kasus tenaga kesehatan yang terpapar campak menunjukkan pentingnya imunisasi ulangan atau booster. Begitu juga dengan flu, yang sering dianggap ringan, padahal dapat dicegah melalui imunisasi yang dianjurkan setiap tahun,” tambah dr. Hartono Gunardi dikutip dari laman infopublik. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dengan adanya lebih dari 2 juta anak yang masuk kategori zero dose, yakni belum pernah menerima imunisasi sama sekali, termasuk vaksin dasar Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DTP) dosis pertama.

Kondisi ini dinilai berbahaya karena membuka peluang penyebaran penyakit secara cepat, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah. “Zero dose children adalah kelompok anak yang sama sekali belum memiliki perlindungan imunisasi. Ini sangat rentan. Artinya, kita hidup berdampingan dengan potensi KLB,” jelasnya.

Hartono menambahkan, pada kelompok masyarakat dengan cakupan imunisasi rendah, satu kasus infeksi saja dapat dengan cepat menyebar dan memicu wabah.

“Ketika ada satu anak terinfeksi, meskipun belum menunjukkan gejala, ia tetap dapat menularkan penyakit ke banyak anak lain yang belum diimunisasi. Kondisi ini dapat memicu KLB. Ibaratnya seperti bermain api, percikan kecil saja bisa memicu kebakaran besar,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi lengkap dan berkelanjutan sebagai upaya perlindungan diri sekaligus mencegah terjadinya KLB.

“Imunisasi sepanjang hayat adalah investasi kesehatan. Ini bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membangun perlindungan kolektif bagi masyarakat,” pungkas dr. Hartono Gunardi.

Baca Juga

LEPAS L8 Debut di Indonesia, SUV Hybrid Premium Dibanderol Rp589 Juta

Jakarta - LEPAS Indonesia resmi mengumumkan harga LEPAS L8,...

SUV Baru Geely Curi Perhatian, Intip Fitur dan Performa Galaxy Cruiser 700

Geely resmi memperkenalkan Galaxy Cruiser 700, SUV bergaya boxy...

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Perbaiki Sekolah Rusak

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan...

Kurangi Kecanduan Gawai, Pemerintah Luncurkan Buku Saku 100 Permainan Tradisional

Jakarta – Pemerintah meluncurkan Buku Saku Generasi Berani Exploring...

Peneliti UGM Sulap Garam Pantai Selatan Jadi Kosmetik Lulur Lumare

Yogyakarta - Tim peneliti dari Pusat Studi Sumberdaya dan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini