32.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANCukup Foto, AI Ini Bisa Deteksi Kesehatan Gigi dengan Akurasi Tinggi

Cukup Foto, AI Ini Bisa Deteksi Kesehatan Gigi dengan Akurasi Tinggi

Yogyakarta – Dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Sekolah Vokasi UGM, Muhammad Fakhurrifqi, S.Kom., M.Cs., mengembangkan platform skrining kesehatan gigi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Denteksi. Inovasi ini memungkinkan pemeriksaan awal kondisi gigi hanya melalui foto yang diambil menggunakan kamera ponsel dari beberapa sudut.

Melalui analisis berbasis AI, Denteksi mampu memberikan gambaran menyeluruh terkait kesehatan gigi pengguna. Platform ini mencatat tingkat akurasi hingga 90 persen untuk skrining gigi sehat. Sementara itu, untuk deteksi karies, tingkat akurasinya telah melampaui 80 persen.

Rifqi mengungkapkan, ide pengembangan Denteksi berawal pada 2021 saat pandemi Covid-19. Pembatasan sosial yang diterapkan saat itu menjadi hambatan dalam layanan konsultasi dan pemeriksaan gigi karena terbatasnya interaksi langsung antara dokter dan pasien.

Bersama dua rekan dari Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yakni drg. Dewi Arifahni, MHPM dan drg. Dhinintya Hyta Narissi, Rifqi menginisiasi layanan teledentistry berbasis aplikasi percakapan yang memungkinkan pasien berkonsultasi secara daring. Seiring meningkatnya kebutuhan, tim kemudian mengembangkan teknologi computer vision untuk meningkatkan efektivitas layanan.

Cukup Foto, AI Ini Bisa Deteksi Kesehatan Gigi dengan Akurasi Tinggi
Dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak UGM bersaman sejumlah dokter gigi dari Puskesma memeriksa kondisi gigi melalui foto yang dikembangkan dengan platform skrining kesehatan gigi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Denteksi. (katafoto/HO/Denteksi)

Pengembangan tersebut mencakup penyederhanaan kebutuhan foto menjadi tiga sisi, penyusunan panduan standar pengambilan gambar, hingga integrasi fitur odontogram yang memuat rekam medis serta rekomendasi tindakan. Fitur terbaru ini dirilis pada awal tahun ini.

“Kalau dulu periksa gigi itu kan harus ketemu dokter gigi, diperiksa satu per satu. Nah kalau di Denteksi, cukup foto bagian depan, atas, sama bawah, langsung kelihatan. Versi sekarang, kita menambahkan beberapa algoritma untuk menghadirkan rekam medis, Odontogram. Posisi nomor (gigi) berapa, sakit apa, udah langsung dibuat hasil laporannya dan tingkat akurasi jauh lebih tinggi,” paparnya dikutip dari laman ugm, Selasa (28/4).

Meski telah menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, Rifqi menegaskan bahwa teknologi AI masih bersifat pendukung. Ia menekankan pentingnya peran tenaga profesional dalam proses diagnosis lanjutan.

“Setiap saya ketemu pakar, mereka sudah menerima dan selalu mandukung. Tetapi, skrining kan gunanya untuk mengetahui level awal saja. Kalau ada perlu tindakan lebih lanjut silahkan ketemu dokter gigi. Untuk penegakan diagnosis masih tetap butuh expert,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2022, Denteksi telah meraih sejumlah penghargaan dari berbagai ajang inovasi. Saat masih menggunakan nama Senyumin, platform ini bersama Puskesmas Kebayoran Baru meraih penghargaan kategori mutu pelayanan kesehatan dalam Indonesia Health Innovation Award (IHIA) 2022. Pada tahun yang sama, Denteksi juga menyabet Juara 1 Konvensi Mutu Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2022. Pengakuan berlanjut pada 2023 melalui penghargaan Jakarta Innovation Awards (JIA) yang diselenggarakan Bappeda DKI Jakarta.

Pengembangan Denteksi berada di bawah naungan PT Senyum Cerdas Indonesia mampu melakukan skrining terhadap sekitar 100 anak dalam waktu kurang dari tiga jam. Layanan tersebut telah diterapkan di sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, hingga Nusa Tenggara Barat.

Meski kolaborasi dengan berbagai pihak masih terus diperluas, platform Denteksi kini sudah dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat melalui laman resminya.

Sebagai penggagas, Rifqi menyatakan pihaknya terbuka terhadap peluang kerja sama dengan berbagai sektor. Ia optimistis Denteksi dapat berkembang sebagai asisten berbasis AI yang mendukung kinerja tenaga medis sekaligus membantu mengatasi keterbatasan jumlah dokter gigi di Indonesia, demi meningkatkan kualitas kesehatan gigi masyarakat di masa depan.

Baca Juga

Honda Angkat Kaki Jualan Mobil di Korea Selatan, Ada Apa?

Perusahaan otomotif asal Jepang, Honda Motor Co., Ltd., resmi...

MG Gebrak Pasar Kota Bandung, SUV Listrik Baru Siap Mengaspal

Jakarta - MG Motor Indonesia resmi memasarkan kendaraan listrik...

KAI Benahi Sistem Keselamatan, 1.800 Pelintasan Sebidang Rawan Teridentifikasi

Bekasi - PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) melakukan...

Roblox Terapkan Verifikasi Usia dan Pembatasan Fitur untuk Anak

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid,...

Antre Panjang Bikin Rugi, Telekonsultasi Penyakit Jadi Solusi Perusahaan

Jakarta - Menjelang peringatan Hari Buruh setiap 1 Mei,...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini