27.8 C
Jakarta
Senin, September 28, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANWaspada Hantavirus, Penularan Bisa Lewat Tikus dan Kotorannya

Waspada Hantavirus, Penularan Bisa Lewat Tikus dan Kotorannya

Jakarta – Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejak 2024 hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Kasus tersebut ditemukan di sejumlah daerah, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Kemenkes mencatat tren kasus terkonfirmasi mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 hanya ditemukan satu kasus terkonfirmasi, kemudian meningkat menjadi 17 kasus sepanjang 2025, dan bertambah lima kasus hingga Mei 2026.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di Indonesia. Kasus yang terkonfirmasi di dalam negeri merupakan tipe HFRS dengan strain Seoul Virus.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” ujar Andi Saguni dikutip dalam keterangan Kemenkes Selasa (12/5).

Menurut Andi, peningkatan jumlah kasus yang terlaporkan dipengaruhi oleh semakin baiknya kemampuan deteksi dini dan pemeriksaan laboratorium di Indonesia.

“Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan,” katanya.

Hantavirus diketahui dapat menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk dari paparan urin, air liur, maupun kotorannya. Risiko penularan dinilai lebih tinggi pada lingkungan dengan populasi tikus yang tinggi, gudang tertutup, wilayah terdampak banjir, hingga aktivitas luar ruang seperti berkemah dan mendaki.

Selain melakukan pemantauan kasus di dalam negeri, Kemenkes juga menindaklanjuti notifikasi internasional terkait satu kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius yang berada di Indonesia.

Kontak erat tersebut telah menjalani pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso dan hasil laboratorium menunjukkan negatif Hantavirus tipe HPS maupun HFRS.

“Begitu notifikasi diterima, kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi, koordinasi lintas sektor, pemeriksaan laboratorium, hingga pemantauan terhadap kontak erat tersebut,” jelas Andi.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes memperkuat pengawasan di pintu masuk negara melalui penggunaan thermal scanner, pengamatan visual, serta sistem surveilans pelaku perjalanan.

Pemerintah juga memperkuat kesiapan jejaring laboratorium yang memiliki kemampuan pemeriksaan PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS). Selain itu, sebanyak 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging disiapkan untuk mendukung penanganan apabila ditemukan kasus.

“Kami terus memperkuat kesiapsiagaan nasional mulai dari surveilans, laboratorium, hingga layanan kesehatan agar setiap potensi kasus dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Kemenkes mengimbau masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya, serta menyimpan makanan di tempat tertutup.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, hingga sesak napas.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun, sebagai langkah utama pencegahan penyakit virus Hanta,” tutup Andi Saguni.

Baca Juga

Jokowi Buka Kartu, Ini 10 Aktivitasnya Bersama PSI Jelang Pemilu 2029

katafoto, Bandung - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)...

Danantara-Thales Jajaki Investasi AI hingga Teknologi Pasca-Kuantum di Indonesia

katafoto, Jakarta - Danantara Indonesia memperluas penjajakan kerja sama...

Pasar Mobil Listrik Indonesia Menggeliat, BYD Kuasai 37 Persen Pangsa Pasar

katafoto, Jakarta - Pasar kendaraan energi baru atau New...

Gaji Baru Masuk Sudah Habis? Ini Trik Buat Gen-Z Biar Tak Lagi ‘Numpang Lewat’

katafoto, Jakarta - Istilah "gaji numpang lewat" kini semakin...

Beras Premium Langka di Ritel, Mentan Amran: Ada Mafia yang Bikin Ribut

katafoto, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini