Jakarta – Volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-1 libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026 pada Rabu (13/05) mencapai 170.573 kendaraan.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikampek Utama menuju Trans Jawa, GT Kalihurip Utama menuju Bandung, GT Cikupa menuju Merak, dan GT Ciawi menuju kawasan Puncak.
“Secara keseluruhan, total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 meningkat 25,12% dibandingkan dengan lalin normal (136.326 kendaraan),” ujar Rivan dikutip dalam keterangan tertulis Kamis (14/05)
Berdasarkan data Jasa Marga, mayoritas kendaraan bergerak menuju arah timur, yakni Trans Jawa dan Bandung, dengan total 76.477 kendaraan atau sekitar 44,8% dari keseluruhan volume lalu lintas. Sementara itu, sebanyak 52.298 kendaraan atau 30,7% menuju arah barat ke Merak, dan 41.798 kendaraan atau 24,5% bergerak menuju arah selatan ke kawasan Puncak.
Arah Timur Dominasi Pergerakan Kendaraan
Untuk kendaraan menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tercatat sebanyak 38.676 kendaraan melintas atau meningkat 42,92% dibanding kondisi normal.
Sedangkan kendaraan menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama di Jalan Tol Cipularang mencapai 37.801 kendaraan atau naik 34,40% dari volume lalu lintas normal.
Secara total, jumlah kendaraan menuju arah timur melalui kedua gerbang tol tersebut mencapai 76.477 kendaraan, meningkat 38,58% dibanding lalu lintas normal.
Arah Barat dan Selatan Ikut Mengalami Kenaikan
Untuk arah barat menuju Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak, volume kendaraan tercatat sebanyak 52.298 kendaraan atau naik 9,30% dari kondisi normal. Sementara itu, kendaraan yang menuju kawasan Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi mencapai 41.798 kendaraan, meningkat 25,55% dibanding lalu lintas harian normal.
Menyikapi lonjakan arus kendaraan selama periode libur panjang tersebut, Rivan mengimbau pengguna jalan tol memanfaatkan aplikasi Travoy guna mempermudah perencanaan perjalanan.
“Gunakan aplikasi Travoy untuk mengakses CCTV secara real-time dan mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas, sehingga perjalanan dapat direncanakan dengan jauh lebih efisien dan terukur,” tutup Rivan.

