29.5 C
Jakarta
Selasa, Juni 2, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAKereta Api Jadi Primadona Moda Transportasi Lain Mengalami Penurunan

Kereta Api Jadi Primadona Moda Transportasi Lain Mengalami Penurunan

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kereta api menjadi satu-satunya moda transportasi yang mengalami peningkatan jumlah penumpang pada April 2026. Di saat sebagian besar sektor transportasi mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, angkutan kereta justru menunjukkan pertumbuhan positif.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada April 2026 mencapai 48,28 juta orang. Angka tersebut meningkat 7,65 persen dibandingkan April 2025.

“Secara tahunan sebagian besar moda transportasi mengalami penurunan, hanya moda angkutan kereta yang mengalami peningkatan sebesar 7,65%,” kata Pudji dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Sementara itu, sektor transportasi udara mencatat penurunan jumlah penumpang. BPS mencatat penumpang angkutan udara domestik sebanyak 4,57 juta orang atau turun 15,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk penerbangan internasional, jumlah penumpang tercatat 1,56 juta orang, turun 1,78 persen secara tahunan.

Tren penurunan juga terjadi pada moda transportasi laut dan penyeberangan. Jumlah penumpang angkutan laut domestik pada April 2026 mencapai 2,93 juta orang atau turun 9,81 persen dibandingkan April tahun sebelumnya.

Adapun angkutan penyeberangan yang dioperasikan oleh Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) mengalami penurunan paling tajam. Jumlah penumpangnya tercatat 4,69 juta orang atau merosot 24,99 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pudji menjelaskan, secara bulanan jumlah penumpang angkutan udara domestik, angkutan laut domestik, dan layanan penyeberangan ASDP juga mengalami penurunan pada April 2026. Sebaliknya, jumlah pengguna kereta api dan penerbangan internasional justru meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sektor logistik, kinerja angkutan barang menunjukkan hasil yang lebih positif. Volume barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik mencapai 45,10 juta ton pada April 2026 atau tumbuh 16,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan juga terjadi pada angkutan barang kereta api. Volume pengangkutan tercatat mencapai 6,18 juta ton atau naik 5,05 persen secara tahunan.

Sebaliknya, angkutan barang melalui jalur udara domestik mengalami penurunan. BPS mencatat volume barang yang diangkut hanya sekitar 50 ribu ton atau turun 6,73 persen dibandingkan April 2025.

Menurut Pudji, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, volume angkutan barang melalui laut domestik meningkat 4,31 persen, sedangkan angkutan barang kereta api tumbuh 5,96 persen. Di sisi lain, angkutan barang udara domestik masih menunjukkan tren pelemahan.

Data BPS tersebut menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas dan distribusi barang. Di tengah penurunan jumlah penumpang pada berbagai moda transportasi lainnya, sektor perkeretaapian mampu mempertahankan pertumbuhan baik pada layanan penumpang maupun angkutan barang.

Baca Juga

Lupa Bawa SIM Fisik? Kini Warga Jombang Cukup Tunjukkan HP Saat Razia

Jombang - Masyarakat di Kabupaten Jombang kini tidak perlu...

Skin Barrier yang Rusak Bisa Picu Banyak Masalah Kulit, Ini Cara Mengatasinya

Jakarta - Vaseline memperkenalkan rangkaian produk terbaru Vaseline Pro...

Menag Ajak Masyarakat Tebar Cinta Kasih di Perayaan Waisak 2026

Jakarta - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengapresiasi kepada umat...

WFH ASN Hemat Anggaran Rp1,95 Triliun, Pelayanan Publik Tetap Aman

Jakarta - Evaluasi pelaksanaan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil...

19 Kg Organ Hewan Kurban di Kepulauan Seribu Dimusnahkan, Ini Penyebabnya

Jakarta - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini