Makassar – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan anak yatim piatu. Ia menyerahkan seluruh gaji yang diterimanya selama menjabat sebagai dosen maupun menteri untuk membantu anak-anak yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan bagi anak yatim piatu agar mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih baik. Penyaluran bantuan dilakukan di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada Selasa (2/6).
Dana yang disalurkan berasal dari akumulasi gaji yang diterima Amran selama sekitar tiga tahun mengajar sebagai dosen. Ia juga mengungkapkan bahwa sejak mulai menjadi dosen pada 2013, gaji yang diterimanya secara rutin disalurkan untuk membantu anak-anak yatim piatu.
Tidak hanya itu, belum lama ini Amran juga memberikan beasiswa senilai Rp2 miliar yang diperuntukkan bagi 200 mahasiswa yatim piatu sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung pendidikan generasi muda.
“Semoga apa yang dilakukan ini memberi dampak dan manfaat yang cukup besar bagi anak-anak kota yang sedang berjuang di bangku pendidikan,” kata Mentan Amran dikutip dari laman berita satu.
Menurut Amran, jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan negara dan masyarakat harus dijaga melalui integritas, kerja keras, serta komitmen untuk menjauhi praktik korupsi. Karena itu, dirinya menyatakan tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk penyalahgunaan wewenang maupun tindakan koruptif.
Selain menyalurkan bantuan pendidikan, Amran juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar berbagai program sosial yang telah direncanakan dapat segera diwujudkan.
Salah satu program yang ingin direalisasikannya adalah pembangunan masjid terbesar di Sulawesi Selatan. Menurutnya, keberadaan masjid tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Amran menilai berbagai kegiatan sosial yang dijalankannya merupakan bentuk tanggung jawab moral atas amanah yang diberikan kepadanya selama ini. Ia menekankan bahwa jabatan tidak seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, melainkan menjadi sarana untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Keberhasilan bukan hanya diukur dari capaian jabatan, tetapi juga dari sejauh mana amanah yang diemban dapat memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

