26.8 C
Jakarta
Kamis, Agustus 20, 2026
BerandaKATA BERITALINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANANHabitat Harimau Sumatra Terancam, Karhutla 10 Hektare Melanda Kawasan Konservasi Riau

Habitat Harimau Sumatra Terancam, Karhutla 10 Hektare Melanda Kawasan Konservasi Riau

Riau – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sekitar 10 hektare kawasan habitat harimau sumatra di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (19/8).

Kebakaran terjadi di lahan gambut yang berada dalam kawasan konservasi. Untuk mencegah api meluas, tim gabungan melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara.

Penanganan karhutla dilakukan ketika jumlah titik panas (hotspot) di Riau mengalami peningkatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat 87 titik panas di Riau, naik 12 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 75 titik.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Mari Frystine mengatakan Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Riau.

“Angka tersebut mendominasi dan menyumbang hampir separuh dari total keseluruhan titik panas yang terdeteksi di Provinsi Riau,” kata Mari.

Berdasarkan pemantauan BMKG, Rokan Hilir tercatat memiliki 21 titik panas, disusul Indragiri Hulu sebanyak 11 titik. Selanjutnya, Kampar enam titik, Bengkalis empat titik, Siak tiga titik, serta Indragiri Hilir dan Kota Dumai masing-masing satu titik.

Secara keseluruhan, BMKG mendeteksi 603 titik panas di Pulau Sumatra. Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 212 titik, kemudian Kepulauan Bangka Belitung 100 titik. Riau berada di urutan ketiga dengan 87 titik.

Hujan Mulai Turun, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Di tengah meningkatnya titik panas, BMKG mulai mendeteksi hujan di sejumlah wilayah Riau. Namun, kondisi tersebut belum membuat masyarakat boleh mengabaikan potensi kebakaran.

BMKG tetap meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi lahan masih kering.

“Kendati hujan berpotensi membasahi lahan yang kering, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” ujar Mari.

Sementara itu, kebakaran di Kelurahan Kerumutan terjadi pada kawasan gambut dan menghasilkan kepulan asap tebal. Lokasi tersebut merupakan kawasan konservasi yang menjadi bagian dari ruang jelajah harimau sumatra, salah satu satwa yang dilindungi.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara memimpin operasi pemadaman di lokasi. Untuk mempercepat penanganan, posko komando didirikan di sekitar kawasan kebakaran sebagai pusat koordinasi tim gabungan.

Sebanyak 42 personel Polres Pelalawan dan jajaran polsek diterjunkan bersama personel TNI, masyarakat, serta pihak perusahaan.

“Sebagai langkah upaya pemadaman, kami menerjunkan 42 personel Polres Pelalawan beserta jajaran polsek yang dibantu oleh prajurit TNI, masyarakat, dan pihak perusahaan,” kata John.

Gambut Tebal dan Minim Air Jadi Kendala

Pemadaman tidak berlangsung mudah. Kondisi gambut yang tebal membuat api berpotensi tetap menyala di bawah permukaan meski kobaran di atas tanah telah berhasil dikendalikan.

Petugas juga menghadapi asap pekat yang mengganggu jarak pandang dan pernapasan. Selain itu, keterbatasan sumber air serta medan yang sulit dilalui kendaraan operasional turut memperlambat proses pemadaman.

“Beberapa kendala kita di lapangan seperti cuaca panas, angin kencang, dan sumber air minim sekali dengan jarak tempuh ke lokasi sekitar 25 kilometer,” ucap John.

Untuk mempercepat pengendalian api, tim mengerahkan lima unit ekskavator untuk membuat sekat dan memutus jalur penyebaran kebakaran.

Pemadaman dari udara juga dilakukan menggunakan helikopter pembawa air (water bombing), terutama untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

Meski api di permukaan telah berhasil dikendalikan, tim gabungan masih melakukan proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara yang masih berada di dalam lapisan gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Baca Juga

Tak Perlu Keliling Indonesia, 40 Kuliner Legendaris Hadir di Mal Ciputra Jakarta

Jakarta - Mal Ciputra Jakarta kembali menghadirkan festival kuliner...

Gempa Guncang NTT, Mentan Amran Salurkan 5.386 Ton Beras untuk Warga Terdampak

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil...

Bikin Negara Terancam Rugi Rp1 Triliun, Jaringan Materai Palsu Dibongkar

Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak...

Sentil BPJS Kesehatan, Megawati Beri Peringatan ke Kemenkes dan Kemenkeu

Jakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum...

KAI Commuter Bikin Tarif Spesial HUT RI, Naik Kereta Cuma Rp8

Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menghadirkan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini