31.1 C
Jakarta
Rabu, Agustus 26, 2026
BerandaKATA EKBISUMKMMenteri UMKM Tantang Anak Muda: Jangan Jadi Pencari Kerja, Jadilah Pencipta Lapangan...

Menteri UMKM Tantang Anak Muda: Jangan Jadi Pencari Kerja, Jadilah Pencipta Lapangan Kerja

Sumatera Utara – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong generasi muda Indonesia mengubah cara pandang terhadap dunia kerja. Ia ingin lulusan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan.

Dorongan tersebut disampaikan Maman saat memberikan orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8). Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan Indonesia masih cukup besar dengan 7,2 juta pengangguran dan 85,3 juta pekerja informal.

Maman menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan. Karena itu, keberhasilan seorang lulusan tidak semestinya hanya diukur dari seberapa cepat mereka memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur,” kata Menteri Maman dikutip dari laman kementerian.

Menurut Maman, semakin banyak pelaku usaha yang tumbuh, semakin besar pula potensi aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ia pun melihat kampus dapat berperan sebagai tempat pengembangan sekaligus inkubasi bagi calon pengusaha.

“Kalau jumlah entitas atau pengusahanya semakin banyak, maka tingkat pertumbuhan ekonomi sebuah negara konsekuensinya akan semakin meningkat. Salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran adalah mendorong kampus sebagai laboratorium atau inkubator untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha hebat di Tanah Air,” ujar Menteri Maman.

Empat Strategi Kembangkan Wirausaha Kampus

Untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi, Kementerian UMKM menyiapkan sejumlah bentuk kolaborasi dengan kampus.

Pertama, pemerintah akan memperkuat inkubasi bisnis kampus. Inkubator tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelatihan, tetapi juga menyediakan pendampingan serta membuka akses mahasiswa terhadap ekosistem usaha.

Maman mencontohkan perjalanan pengusaha Chairul Tanjung yang telah mulai membangun aktivitas bisnis sejak duduk di bangku kuliah, antara lain melalui usaha penjualan buku dan jasa fotokopi.

Kedua, pemerintah mendorong komersialisasi hasil riset perguruan tinggi. Inovasi yang dihasilkan melalui penelitian akademik diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen atau tersimpan di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Ketiga, kemudahan perizinan bagi pelaku UMKM akan diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah daerah. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat proses sertifikasi serta legalitas usaha.

Keempat, Kementerian UMKM mendorong pemanfaatan platform digital melalui layanan SAPA UMKM. Platform tersebut ditujukan untuk memperluas akses pelaku usaha terhadap pelatihan, pembiayaan, dan pemasaran bagi sekitar 57 juta UMKM.

“Sebagus apa pun hasil riset yang dimiliki kampus, jangan hanya menjadi pajangan di laboratorium. Bagaimana hasil riset tersebut mampu memberikan efek atau nilai komersial, memberikan nilai tambah dan pemberdayaan bagi dosen maupun mahasiswa yang terlibat,” ujar Menteri Maman.

Anak Muda Diminta Adaptif Hadapi AI

Maman juga mengingatkan generasi muda agar tidak tertinggal oleh perubahan teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menurut dia, justru dapat membuka peluang baru bagi anak muda untuk menciptakan model bisnis.

Data UNDP menunjukkan sebanyak 81% anak muda Indonesia memiliki minat untuk menjadi wirausaha. Potensi tersebut dinilai perlu didukung dengan pendidikan, pendampingan, akses pembiayaan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Maman menilai perubahan dunia usaha ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, pemerintah, perguruan tinggi, dan mahasiswa perlu membangun kolaborasi untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

“Artinya, tantangan kita ke depan tidak sederhana. Kita harus mulai mengubah cara melihat masa depan dengan bergandengan tangan antara pemerintah, sivitas akademika, dan mahasiswa untuk memberikan bekal menghadapi tantangan global,” ungkap Menteri Maman.

Baca Juga

“Leading the Future”, SIMGROUP Siapkan Transformasi Baru di Usia ke-19

Jakarta - PT Swakarya Insan Mandiri atau SIMGROUP memasuki...

Jakarta Kirim Bantuan Rp5,85 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Ini Isinya

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengirimkan bantuan kemanusiaan...

Ada Penerima MBG Belum Punya Rumah, BGN Gandeng Kementerian PKP Cari Solusi

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menemui...

TNI AU Kerahkan Pesawat, 52 Armada Disiapkan untuk Jinakkan Karhutla di Sumatra Kalimantan

Sebanyak 52 armada udara dikerahkan pemerintah untuk memperkuat penanganan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini